Seorang wisatawan asing sedang belajar pertunjukan Randai di Obyek Wisata Lembah Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, (14/9/2016). Randai merupakan pertunjukan khas Minangkabau yang merupakan perpaduan seni peran, musik dan beladiri Silek. (Foto: ANT



KBR, Jakarta
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura pada Agustus 2016 mengalami penurunan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah wisman Singapura turun dari 105,75 ribu kunjungan pada Juli 2017 menjadi 71,03 ribu kunjungan pada Agustus 2016. Padahal, kata Suhariyanto, wisman asal Tiongkok dan Australia mengalami peningkatan.

"Untuk jumlah wisman, pada bulan Agustus 2016 ini, jumlah kunjungan wisman adalah 1,03 juta. Jadi sudah menembus angka di atas satu juta selama dua bulan terakhir, yaitu Juli dan Agustus. Wisman yang paling banyak datang adalah berasal dari Tiongkok, wisman berikutnya adalah dari Australia," kata Suhariyanto, Senin (3/9/2016).

Baca: Mei 2016, Kunjungan Wisatawan Asing Terbanyak Sepanjang Sejarah

Suhariyanto mengatakan, pada bulan Agustus jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,032 juta kunjungan. Jumlah itu turun 0,07 persen dibanding Juli. Penurunan terbanyak berasal dari Singapura.

Adapun wisman asal Tiongkok mengalami kenaikan dari 127,18 ribu kunjungan (Juli) menjadi 151,05 ribu kunjungan (Agustus). Sedangkan, wisman asal Australia tumbuh dari sebelumnya 71,03 ribu kunjungan menjadi 105,75 ribu kunjungan.

Kunjungan wisman Malaysia juga naik dari 95,13 ribu kunjungan (Juli) menjadi 99,31 ribu kunjungan (Agustus).

Sementara itu, kunjungan wisatawan asal Jepang naik dari 48,87 ribu kunjungan menjadi 56,83 ribu kunjungan.

Suhariyanto berujar, pada periode sama tahun lalu, wisman yang datang ke Indonesia sebanyak 911,7 ribu. Dengan demikian jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2016 tumbuh 13,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sebagian besar memanfaatkan 19 pintu utama, yaitu sebanyak 970,02 ribu kunjungan. Sedangkan, 61,97 ribu kunjungan turis masuk Indonesia menggunakan jalur di luar 19 pintu utama.

Dari 19 pintu utama, kunjungan wisman reguler sebanyak 944,46 ribu kunjungan dan wisman khusus 25,57 ribu kunjungan. Adapun yang di luar 19 pintu utama, meliputi pos lintas batas 24,09 ribu kunjungan dan lainnya sebanyak 37,88 ribu kunjungan.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!