Sejumlah orang melintas usai mendarat di Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Babel. (Foto: dephub.go.id)



KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan Kepulauan Bangka Belitung akan memiliki bandara internasional pada Desember mendatang.

Budi mengatakan, bandara internasional itu merupakan perbaikan dari bandara yang sudah ada, yakni Bandara H.A.S. Hanandjoeddin atau Bandara Buluh Tumbang.

Bandara itu berada di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Sejak akhir 2014, bandara ini sudah bisa didarati pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737-800NG, 737-900ER dan Airbus A320.

Perubahan dan perbaikan bandara itu untuk meningkatkan sektor pariwisata di daerah itu.

"Belitung adalah salah satu hub yang akan kami bangun. Oleh karenanya, sulit untuk menjadi titik tempuh di sisi sekarang ini. Berkaitan dengan pariwisata, seperti Belitung, jalan bagus, pemandangan wow, tapi bandara ini masih tidak begitu besar. Panjangnya kurang lebih 1600 sampai 2000 meter. Tetapi kami putuskan, Desember ini Belitung akan menjadi bandara internasional. karena saya ingin Garuda Citilink, untuk koneksi daerah lain meningkatkan (frekuensi ke) Belitung," kata Budi saat menghadiri acara diskusi di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Sejumlah maskapai penerbangan telah melayani penerbangan dari dan menuju Bandara H.A.S Nanandjoeddin di Kabupaten Belitung, seperti Citilink, Garuda Indonesia, LionAir, NAM Air, Sriwijaya AIR dan Wings Air.

Baca: Pemerintah Ajak Swasta Tangani Ketimpangan Konektivitas Transportasi Nusantara

Budi mengatakan, perubahan bandara Belitung menjadi bandara internasional juga untuk mempercepat realisasi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Belitung. Nantinya, perbaikan-perbaikan juga akan ditempuh untuk mempercantik bandara itu.

Ia mengatakan bandara H.A.S. Hanandjoeddin akan sangat layak menjadi bandara internasional.

Sebelumnya, Budi menargetkan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin menjadi bandara internasional pada tahun depan. Namun Budi memajukan target itu menjadi akhir tahun ini.

Dia juga optimistis segala sarana dan prasarana bandara akan bisa diperbaiki menjadi standar internasional.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!