Jadi Menteri ESDM, Jonan Punya Delapan Prioritas Pekerjaan

Pagi tadi, sebelum upacara serah-terima jabatan, Jonan juga menggelar rapat bersama Plt. Menteri ESDM sebelumnya Luhut Panjaitan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Senin, 17 Okt 2016 12:10 WIB

Jumat (14/10/2016) pekan lalu, Presiden Joko Widodo melantik bekas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, dan bekas Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Foto: Anta

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan memiliki setidaknya delapan prioritas pekerjaan sebagai Menteri ESDM, Jumat pekan lalu. Jonan menyebutkan, pekerjaan prioritas itu ada di berbagai sub-sektor, mulai dari listrik, minyak dan gas, hingga mineral. Jonan juga menyatakan komitmennya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan prioritas itu.

"Beberapa prioritas yang bisa saya mengerti sesuai arahan Pak Menko, itu satu, Masela, kedua, East Natuna, ketiga, kalau isu relaksasi minerba dan PP-nya, lalu 35 gigawatt, semua oprator PLN dan Pertamina lebih efisien, draf PP 79, masalah Freeport, masalah Newmont, masalah revisi UU Minerba dan migas. Mengenai harga gas apa kalau zonasi dan sebagainya," kata Jonan di kantornya, Senin (17/10/16).

Jonan mengatakan, saat ini dia masih akan mempelajari berbagai isu di sektor sumber daya mineral. Oleh karena itu, kata Jonan, siang ini dia akan langsung menggelar rapat, dengan mengumpulkan seluruh jajaran eselon satu dan dua. Adapun pagi tadi, sebelum upacara serah-terima jabatan, Jonan juga menggelar rapat bersama Plt. Menteri ESDM sebelumnya Luhut Panjaitan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Jumat (14/10/2016) pekan lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik bekas Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM, dan bekas Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM. Jokowi beralasan, Jonan dan Arcandra merupakan sosok profesional dan suka terjun ke lapangan. Menurutnya, dengan dua kriteria itu, keduanya bisa menyelesaikan masalah-masalah di Kementerian ESDM.  

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi