Dokter Spesialis di Bondowoso Ramai–Ramai Mundur dari RSU Koesnadi

“Upaya memberikan fasilitas dan insentif itu sudah dilakukan. Kita harus proporsional, apakah keengganan dokter ini semata–mata karena kurangnya kesejahteraan"

Selasa, 18 Okt 2016 19:16 WIB

KBR, Bondowoso– Sejumlah dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum  (RSU) dr. Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur, kompak mengajukan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Total ada 3 dokter spesialis yang menyatakan untuk mundur sebagai PNS yakni dr. Yusdeny Lanasakti, dr. Gunawan dan dr. Yuspriatna. Sementara Seorang lainnya yakni dr. Andreas mundur dari jabatan Ketua Komite Medik RSU  dr. Koesnadi.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Muhammad Imron mengatakan sudah mendengar kabar mundurnya sejumlah dokter spesialis tersebut. Dikatakan Imron, mundurnya dokter spesialis ini semakin menambah defisit dokter spesialis di Bondowoso.

“Ketersediaan dokter spesialis dan umum di Bondowoso memang masih kurang dan perlu tambahan. Mundurnya dua dari 3 dokter spesialis penyakit dalam ini akhirnya menjadikan ketersediaan dokter di RSUD tidak sesuai standar,” kata Muhammad Imron, Selasa (18/10/2016).

Dikatakan Imron, jika merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan, Rumah Sakit Tipe B seperti RSU  Koesnadi, idealnya memiliki 4 dokter spesialis penyakit dalam. Dengan mundurnya 2 dokter, artinya saat ini RSUD Koesnadi hanya memiliki satu dokter spesialis penyakit dalam.

Imron mengakui bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Bondowoso memang kesulitan untuk memenuhi ketersediaan dokter spesialis. Meski begitu, Pemkab sudah melakukan berbagai berupaya untuk memenuhi semua fasilitas dan insentif untuk dokter spesialis.

“Upaya memberikan fasilitas dan insentif itu sudah dilakukan. Kita harus proporsional, apakah keengganan dokter ini semata–mata karena kurangnya kesejahteraan atau ada faktor lain misalnya market pasien di kota kecil seperti Bondowoso juga menjadi pertimbangan,” ungkap Imron yang juga seorang dokter ini.

Catatan Dinas Kesehatan menyebut saat ini terdapat 17 dokter spesialis yang bertugas di RSU  dr. Koesnadi Bondowoso. Mereka adalah dokter spesialis syaraf, anak, ortopedi, mata, anastesi, radiologi, kadungan, kulit, THT, penyakit dalam, paru, jantung bedah, rehab medik, patologi anatomi dan patologi klinik.

KBR mencoba menghubungi sejumlah dokter yang mengajukan pengunduran diri namun tak mendapat respon. Hal yang sama juga terjadi saat KBR berupaya menghubungi Dirut RSU  dr Koesnadi, Agus Suwardjito. Menurut keterangan petugas di RSUD, Dirut sedang menggelar rapat intern sehingga tak bisa diganggu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri: Fraksi Yang Tak Terima Silakan ke MK

  • Setengah Calon Haji Cilacap Beresiko Tinggi
  • Kabar Kematian Chester Bennington Buat Geger Dunia Maya
  • Liverpool Tolak Tawaran Barcelona untuk Countinho

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.