Dalami Dugaan Penistaan Agama, Polisi Bakal Panggil Saksi Ahli

Kepolisian menegaskan tetap melanjutkan proses penyidikan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sabtu, 15 Okt 2016 21:52 WIB

Massa yang berunjuk rasa sebagai bentuk protes dan menuntut pertanggungjawaban Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok atas pernyataannya yang dianggap melecehkan agama. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Kepolisian menegaskan tetap melanjutkan proses penyidikan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Jumat (14/10/2016) kemarin, sejumlah Ormas Islam melaporkan Ahok ke kepolisian.

Juru bicara Polri Boy Rafli Ammar mengatakan, penyidik bakal mendatangkan ahli agama dan bahasa sebagai saksi. Kata dia, hingga saat ini penyidik telah memeriksa lima orang saksi.

"Setelah pemeriksaan saksi-saksi ini lengkap, termasuk saksi ahli, saksi ahli agama, bahasa, ahli hukum pidana, nanti akan ada evaluasi dengan gelar perkara, setelah gelar perkara, baru nanti ditentukan langkah-langkah penyelidikan selanjutnya," kata Boy usai acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10/2016).

Boy Rafli Ammar menambahkan, saat ini video rekaman pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu juga tengah diperiksa di laboratorium forensik.

"Pemeriksaan video itu diperiksa di laboratorium forensik, tentang keutuhan video tayangan yang di Kepulauan Seribu, ini sudah berjalan," lanjutnya.

Baca juga:

Sementara terkait kemungkinan memanggil Ahok, Boy mengaku belum bisa memastikan. Ia beralasan keputusan tentang hal itu berada di tangan penyidik.

"Saya belum bisa mengatakan pasti, nanti saya mendahului penyidik," ujar Boy.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.