Polisi Akan Sebut Tokoh Publik yang Terkait Saracen

"Ya, kira-kira kalau orang yang dikenal publik profesinya apa? Tapi saya tidak bisa berandai-andai. Setelah nanti orangnya diperiksa, nanti akan saya sebutkan. Yang pasti rekan wartawan pasti tahu."

Rabu, 20 Sep 2017 13:39 WIB

Tiga orang tersangka dari kelompok Saracen, yang disangka menjadi pelaku penyebar fitnah dan ujaran kebencian. (Foto: Mabes Polri/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta – Tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditsiber) Bareskrim Polri mulai menemukan titik terang, terkait aliran dana sindikat penyebar ujaran kebencian Saracen. 

Menurut kepolisian ada salah satu tokoh publik yang diduga berkaitan dengan organisasi ini.

Juru bicara Mabes Polri Setyo Wasisto mengatakan penyidik telah melakukan pemeriksaan Laporan Hasil Analisis (LHA) yang diberikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dalam laporan itu, PPATK menyebutkan nama-nama orang yang terkait dengan Saracen.

"Ditsiber akan segera menindaklanjuti. Artinya orang-orang itu akan dimintai keterangan. Apa terkait pendana atau pemesan, saya belum tahu pasti. Tapi disebut dalam LHA PPATK bahwa itu terkait dengan Saracen. Makanya harus diklarifikasi dulu," kata Setyo Wasisto saat ditemui di Mabes Polri, Selasa (19/9/2017).

Namun Setyo belum mau membuka identitas nama maupun jumlah transaksi uang yang disebutkan dalam LHA. Ia hanya menyebutkan jika orang itu dikenal baik oleh publik. Identitas baru akan diungkap setelah polisi memeriksa tokoh itu.

"Ya, seperti itu. Ya, kira-kira kalau orang yang dikenal publik profesinya apa? Tapi saya tidak bisa berandai-andai. Setelah nanti orangnya diperiksa, nanti akan saya sebutkan. Yang pasti rekan wartawan pasti tahu," kata Setyo.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih terus mendalami kelompok ujaran kebencian Saracen. Hingga kini, empat orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan 14 rekening terkait aliran dana kelompok tersebut, sudah diperiksa PPATK.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.