Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka

"Akhirnya kami kirim ke rumah sakit untuk dilakukan tes kejiwaan."

Rabu, 20 Sep 2017 14:03 WIB

Tiga orang tersangka dari kelompok Saracen, yang disangka menjadi pelaku penyebar fitnah dan ujaran kebencian. (Foto: Mabes Polri/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta–   Tim penyidik Tindak Pidana Siber (Ditsiber) Bareskrim Polri, melakukan tes kejiwaan terhadap Ketua Saracen, Jasriadi. Hal itu dilakukan karena Jasriadi selalu memberi keterangan yang berbeda saat diperiksa.

Kasubdit V Ditsiber Bareskrim Polri, Purnomo mengatakan, tes kejiwaan dilakukan di Rumah Sakit Polri Keramat Jati. Jasriadi dilakukan pemeriksaan lantaran penyidik selalu dikecoh oleh Jasriadi saat memberi keterangan.

"Update hari ini, Jasriadi karena keterangannya sering berubah-ubah, akhirnya kami kirim ke rumah sakit untuk dilakukan tes kejiwaan. Siapa tau dia stres atau apa, makanya kami periksa untuk jelasnya," katanya saat menyampaikan perkembangan kasus Saracen, Rabu (20/09/17)

Purnomo menambahkan, saat ini kasus kelompok ujaran Saracen masih dilakukan pengembangan. Polisi sudah membaca hasil analisis yang dilakukan oleh PPATK. Penyidik pun masih belum mau membuka identitas nama besar yang disangkutpautkan oleh kelompok Saracen sebagai pemesan  dan donatur.

"Itu masih didalami lagi, keterkaitannya pun masih kita selidiki lagi. Apakah itu karena politik atau lainnya," jelasnya.

Baca juga:

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.