Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

"Keleluasaan untuk bereksperimentasi, karena inovasi itu memerlukan eksperimen. Hal-hal yang baru ini harus dicoba"

Rabu, 20 Sep 2017 14:16 WIB

Ilustrasi: Proyek Ring Palapa

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo meminta bisnis rintisan digital atau start up diberikan ruang untuk berkembang. Untuk itu, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk tidak mengeluarkan aturan-aturan yang menghambat.

Dia khawatir, banyaknya aturan akan mematikan inovasi yang dibutuhkan bisnis rintisan untuk berkembang.

"Keleluasaan untuk bereksperimentasi harus diberikan, kepada seluruh masyarakat. Sekali lagi, keleluasaan untuk bereksperimentasi, karena inovasi itu memerlukan eksperimen. Hal-hal yang baru ini harus dicoba dan ini memerlukan cost atau biaya. Berarti apa? berarti start up jangan dicekik dengan regulasi-regulasi yang berlebihan. Jangan malah terlalu diatur-atur. Inovasinya malah tidak muncul. Negara kita ini terlalu banyak aturan, terlalu banyak regulasi, menyebabkan kita terjerat oleh aturan itu sendiri," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam "Economic Talkshow" dan Peresmian Pembukaan Indonesia Business & Development Expo di JCC Senayan, Rabu (20/9/2017).

Jokowi mengakui kebijakan deregulasinya belum sepenuhnya berhasil. Ia mengeluhkan jumlah peraturan yang masih membengkak lebih dari 40 ribu. Jokowi bertekad terus menyisir peraturan-peraturan tersebut dan melakukan pemangkasan agar lebih efisien.

"Tapi juga jumlahnya masih banyak sekali, masih 42 ribu peraturan. Bayangkan. Saya saja melihat pusing, dikit-dikit diatur. Ini menjadi tugas kita, tugas saya untuk terus memotong-motong agar izin-izin itu semakin sedikit. Sehingga dunia usaha semakin lincah, semakin fleksibel untuk mengeluarkan inovasi-inovasi baru."

Jokowi juga menekankan kesiapan infrastruktur telekomunikasi untuk menopang bisnis start up. Ia terus menagih rampungnya proyek pembangunan serat optik Palapa Ring yang digarap oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Melalui proyek ini diharapkan jaringan internet dan telekomunikasi bisa diakses di seluruh Indonesia.

"Kenapa Palapa Ring selalu saya tanyakan hampir setiap hari ke menteri, kapan jadinya, kapan selesainya. untuk Indonesia tengah, timur, kapan selesainya, selalu saya tanyakan, karena ini menjadi kunci," ujar Jokowi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.