Diretas karena Tulisan Dandhy Laksono, Situs Acehkita Belum Pulih

Sejak diunggah pada Senin lalu hingga diretas tiga hari kemudian, tulisan tersebut telah dibagikan (shared) hingga 4.000 kali. Adapun pembacanya, mencapai lebih dari 50 ribu.

Jumat, 08 Sep 2017 22:26 WIB

Ilustrasi. (Foto: Colin/Wikipedia/Creative Commons CC-BY-SA 4.0)

KBR, Jakarta - Situs Acehkita.com menjadi sasaran vandal dunia maya oleh peretas sejak Kamis (7/9/2017). Situs tersebut diretas setelah memuat tulisan aktivis dan video jurnalis Dandhy Dwi Laksono.

Dandhy yang juga merupakan salah seorang pendiri situs Acehkita.com itu menulis opini berjudul "Suu Kyi dan Megawati". Tulisan itu berisi kritik terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta Presiden Joko Widodo mengenai tingginya angka kekerasan maupun penangkapan warga sipil di Papua.

Salah seorang pengelola situs Acehkita.com Taufik Mubarak mengatakan, tulisan Dandhy tersebut sebenarnya telah diunggah pada Senin, 4 September 2017. Namun, situs baru jadi sasaran peretasan setelah Ketua Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD Repdem) Jawa Timur melaporkan Dandhy ke Polda Jawa Timur atas tuduhan pencemaran nama baik Megawati, pada 6 September 2017.

"Situs di-hack, diserang server-nya. Sejak kemarin saya terima e-mail dari penyedia hosting, katanya situsnya kena serangan DoS. Mereka sedang memperbaikinya, kami disuruh tunggu sekitar 24 jam. Ini belum normal juga. Ini gara-gara tulisan Dandhy yang kemarin, yang tentang Megawati. Jadi serangannya ke server, dengan cara menghabiskan sumber daya yang ada di server," kata Taufik Mubarak kepada KBR, Jumat (8/9/2017).

Baca juga:


Taufik mengatakan, situs Acehkita.com mengalami serangan tipe DoS (Denial of Service) dengan menggiring banyak pengunjung ke situs tersebut. Akibatnya, perantinya menjadi penuh dan tak mampu lagi menampung banyak pengunjung atau down.

Biasanya, kata Taufik, serangan peratasan dengan cara DoS terhadap sebuah situs akan bisa diatasi dalam 24 jam. Namun, situs Acehkita.com sudah tak bisa diakses selama dua hari. Taufik juga berkata terus mengupayakan situs segera pulih, termasuk memikirkan opsi memindah server.

Taufik berkata, tulisan Dandhy yang memuat kritik dengan membandingkan Megawati dengan Konselor Negara Myamar Aung San Suu Kyi memang langsung populer di media sosial.

Sejak diunggah pada Senin lalu hingga diretas tiga hari kemudian, tulisan tersebut telah dibagikan (shared) hingga 4.000 kali. Adapun pembacanya, mencapai lebih dari 50 ribu, jauh di atas rata-rata 8 hingga 12 ribu pembaca untuk tiap tulisan.

Taufik mengatakan peretasan situs Acehkita.com ini bukan yang pertama. Pada 2012 lalu situs Acehkita.com juga pernah diretas. Saat itu, situs Acehkita.com memuat ulasan tentang remaja puteri asal Langsa, Aceh Timur, yang bunuh diri karena tertekan menghadapi diskriminasi. Namun, saat itu situs langsung dipulihkan hanya dalam waktu dua jam.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Rencana Pembentukan Densus Tipikor Ditunda

  • Kuburan Massal Korban Tragedi 1965 Jadi Pekerjaan Baru Komisioner Komnas HAM yang Baru
  • Hampir Seribuan Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Pukat Dorong
  • AS, Jepang, Korsel Mulai Latihan Rudal Antisipasi Korut