Holding BUMN, Darmin Sarankan Tak Perlu Buru-buru

"Kami tadi sarankan tidak usah selesai dululah, karena itu pasti lama. Harus dipersiapkan, tidak harus diumumkan dimulai sekaligus semuanya,"

Senin, 26 Sep 2016 17:38 WIB

Ilustrasi (sumber: situs Pertamina)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Pemerintah memperkirakan   pembentukan perusahaan induk (holding) hanya akan terjadi pada tiga dari enam sektor perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang direncanakan rampung tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution   mengatakan, induk badan usaha memerlukan kajian yang panjang dan serius.

Darmin menyarankan Menteri BUMN Rini Soemarno agar tidak terburu-buru merealiasikan rencana holding.

"Ya kan itu kami masih berjalan terus. Walaupun targetnya ada enam holding, kan belum semuanya berjalan terus. Yang mereka paling siap ya, ada gas, kemudian yang mereka juga relatif sudah siap adalah perbankan, kemudian tambang. Nantinya kami tadi sarankan tidak usah selesai dululah, karena itu pasti lama. Harus dipersiapkan, tidak harus diumumkan dimulai sekaligus semuanya, bisa saja dua yang siap, dulu yah dua, atau tiga, yah tiga dulu," kata Darmin di kantornya, Senin (26/09/16).

Darmin mengatakan, awalnya pemerintah memang berencana holding enam sektor BUMN sekaligus. Namun, dalam situasi saat ini, kata Darmin, hanya dua atau tiga sektor yang siap. Darmin berujar, sektor yang paling siap holding adalah energi, yakni antara Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Selain itu, lain yang relatif siap adalah perbankan dan tambang.

Adapun tiga holding sektor lainnya, yakni pangan, perumahan, serta tol dan infrastruktur, masih memerlukan waktu hingga tahun depan. Darmin mengatakan, saat ini pemerintah masih harus mempertimbangkan berbagai keuntungan dan risiko yang bakal dialami pascaholding. Selain itu, kata Darmin, pemerintah juga harus menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasinya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.