Ilustrasi. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Dewan Pers menyatakan pertemuan antara bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan Forum Pemimpin Redaksi bukan pelanggaran.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan pertemuan bakal calon peserta Pilkada DKI dengan pemimpin redaksi tidak dilarang oleh undang-undang maupun kode etik jurnalistik.

Selain itu, kata dia, pertemuan tersebut bersifat terbuka dan tidak ditutup-tutupi.

"Apakah ada kode etik jurnalistik yang dilanggar dari pertemuan seperti itu?" ujarnya ketika dihubungi KBR, Kamis (29/9/2016) sore.

"Sepanjang tidak ada Undang-undang yang dilanggar dan tidak melanggar etika jurnalistik, saya kira nggak masalah," tambahnya.

Ahmad menambahkan, media-media di bawah para pemimpin redaksi itu tetap terikat pada prinsip jurnalistik. Sehingga, pemimpin redaksi tidak akan semudah itu terpengaruh oleh kandidat tertentu. "Forum Pemred sudah dewasa," katanya.

Namun dia menekankan bahwa Forum Pemred harus terbuka pula jika dikunjungi dua pasangan bakal calon lainnya. Hal ini untuk menunjukkan forum itu tetap netral di dalam Pilkada.

Rabu kemarin, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bertemu pemimpin redaksi sejumlah media massa di rumah Boy Sadikin. Anies menyatakan pertemuan membahas perkembangan politik.

Selain itu, Anies juga menyerap aspirasi mengenai permasalahan di Jakarta dari para Pemred itu. Pertemuan itu dihadiri setidaknya 10 media massa antara lain Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo, Pemimpin Redaksi Beritasatu Don Bosco Selamun, dan Pemred Jak TV Timbo Siahaan.

Pilkada DKI 2017 kemungkinan bakal diikuti tiga pasangan bakal calon. Mereka sudah mendaftar ke KPU DKI Jakarta. Jika pendaftaran disetujui, maka pasangan Anies-Sandiaga Uno bakal bersaing dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni untuk melawan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!