Kurator British Library, Annabel Teh Gallop saat di Yogyakarta. (Foto: Eka Juniari/KBR)



KBR, Yogyakarta - Perpustakaan Inggris British Library mengeluarkan versi digital naskah Jawa kuno. Digitalisasi naskah dilakukan dari naskah asli yang tersimpan di British Library ke dalam bentuk digital dan dapat diakses secara gratis di internet.

Hingga kini, sebanyak 15 naskah kuno berbahasa Jawa telah tersedia dalam versi digital. Beberapa naskah yang dibuat dalam versi digital antara lain kumpulan surat di masa pemerintahan Jawa kuno, cerita rakyat atau babad serta ajaran tentang falsafah dan etika hidup karya raja Kraton Yogyakarta.

Kurator di British Library, Annabel Teh Gallop mengatakan digitalisasi naskah kuno sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia sebagai pewaris.

Annabel memastikan naskah kuno asli yang disimpan di British Library dalam kondisi baik. Saat ini sekitar 600 naskah kuno asal Indonesia tersimpan di British Library, 300 diantaranya dalam bahasa Jawa.

"Digitalisasi naskah kuno ini dan diunggah di internet memungkinkan siapapun mengakses dan membacanya. Itulah yang utama. Meskipun naskah aslinya masih tersimpan dengan baik dan terjaga (di Inggris), namun isinya yang penting bisa dibaca di internet dengan gratis. Tidak usah mengeluarkan biaya banyak ke London untuk mengakses naskah Jawa kuno," kata Annabel di Yogyakarta, Kamis (24/9/2016).

Menurut Annabel, naskah Jawa kuno yang tersimpan di British Library banyak diakses oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dan seniman yang mencari inspirasi.

Langkah digitalisasi naskah kuno dilakukan untuk memudahkan akses pembaca sekaligus melindungi naskah-naskah berusia ratusan tahun tersebut.

"Yang sangat menyenangkan, naskah apapun selalu ada yang berminat. Ada yang mencari naskah karena unsur kesenian. Ada iluminasi, ada gambar yang sangat bagus sehingga mahasiswa dan seniman banyak memilih naskah yang indah. Ada juga yang mencari naskah tentang agama Islam dan sastra," lanjut kurator yang khusus di bidang ilmu-ilmu Asia Tenggara khususnya Indonesia dan Malaysia itu.

Annabel Teh Gallop mengatakan British Library akan melanjutkan proses digitalisasi naskah Jawa kuno lainnya agar semakin mudah diakses. Selain ditulis pada kertas, naskah-naskah kuno banyak ditulis pada daun lontar. Beberapa diantaranya kini dalam kondisi rapuh. Meski begitu, dalam dokumen yang dikonversi ke digital sebagian sulit dibaca karena tulisan yang samar. Situs British Gallery menyebut beberapa naskah digital kuno dari Jawa ditulis dengan pensil atau sejenisnya dan tulisannya kabur.

Annabel Teh Gallop juga merupakan dosen mengenai Indonesia dan Jawa, di Pusat Kajian Oriental dan Afrika di Universitas London. Ia menulis buku mengenai katalog kesenian di Indonesia, berjudul "Surat-surat Emas: Budaya Tulis di Indonesia".

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!