Bencana Banjir di Garut, Basarnas Perpanjang Pencarian Korban Sampai Senin Depan

“Keputusan ini berdasarkan analisis sembilan hari pencarian,”

Kamis, 29 Sep 2016 16:57 WIB

Petugas gabungan dari TNI, BASARNAS, Polri dan relawan menggunakan dua alat berat melanjutkan pencarian korban banjir bandang pasca meluapnya aliran sungai Cimanuk di Kampung Lapangparis, Kecamatan Ta

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR/Garut- Badan SAR Nasional (Basarnas) memperpanjang pencarian korban hilang akibat Banjir Bandang di Garut, Jawa Barat, yang terjadi pada Selasa pekan lalu. Perpanjangan waktu ini dilakukan hingga 3 Oktober 2016 mendatang.

Kepala Basarnas, FHB Soelistyo, menyatakan pencarian akan difokuskan di waduk Jati Gede, Sumedang. Hingga saat ini di waduk tersebut sedikitnya telah ditemukan enam orang.

“Keputusan ini berdasarkan analisis sembilan hari pencarian,” ujar Kepala Basarnas, FHB Soelistyo, Kamis (29/09).

Menurut dia, lambatnya pencarian korban ini karena di waduk Jati Gede banyak tumpukan sampah. Selain itu juga banyak material yang terbawa oleh banjir bandang termasuk lumpur.

Karena itu tim SAR dibantu tim gabungan lainnya menerjunkan 120 personil. Tim juga mendatangkan alat berat, drone dan 15 perahu karet.

"Kita belum menerjunkan tim penyelam, karena kalau sudah lama biasanya jenazah itu mengambang," ujar Soelistyo.

Hingga saat ini jumlah korban banjir yang telah ditemukan mencapai 34 orang. Sedangkan yang masih dalam pencarian mencapai 19 orang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.