Banjir Garut, Forum Jabar: Akibat Alih Fungsi Lahan di Cikajang

"Ada lahan Perkebunan PDAP alih fungsi tanaman dari pohon teh dan sejenisnya yang berbasis konservasi ini diubah menjadi tanaman sayuran atau holtikultura,"

Kamis, 22 Sep 2016 19:07 WIB

Banjir bandang di Garut, Jawa Barat (Foto: BNPB)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Banjir bandang yang terjadi di beberapa desa sepanjang aliran sungai Cimanuk, Garut disebabkan karena alih fungsi lahan di huluk. Menurut Ketua Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang, ada perubahan fungsi besar-besaran di hulu sungai Cimanuk.

Kata dia, hulu sungai Cimanuk yang dulu memiliki vegetasi tanaman teh dan kayu berbasis konservasi sekarang sudah berubah menjadi tanaman holtikultura atau sayur. Perubahan fungsi itu terjadi setelah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemrov Jabar mengelola area dengan luas sekitar 2 ribu hektare tersebut.

"Contoh soal ada lahan Perkebunan PDAP (Perusahaan Daerah Agribisnis dan Pertambangan) yang sekarang dikelola oleh Agro Jabar, kurang lebih 2 ribu hektare yang seharusnya tanaman teh, tanaman teh kan berbasis konservasi. Persis perkebunan itu berada di hulu sungai Cimanuk di Cikajang, Garut. Sehingga alih fungsi tanaman dari pohon teh dan sejenisnya yang berbasis konservasi ini diubah menjadi tanaman sayuran atau holtikultura," jelas Ketua Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang kepada KBR, Kamis (22/9/2016)

Ketua Forum Jawa Barat Selatan Suryaman Anang menambahkan, perubahan ini   merupakan restu dari BUMN milik pemrov Jabar. Kata dia, lahan-lahan yang dulu ditanami teh sekarang disewakan menjadi tanaman sayuran kepada warga.

"Memang disewakan oleh BUMD. Selain itu juga ada pola PHBN dari Perhutani, Perhutani juga banyak menyewakan lahan kepada petani sayur, itu inti kerusakannya," jelasnya.


Bencana banjir bandang di Garut Jawa Barat menyebabkan 24 orang meninggal dan 17 masih dicari. Banjir juga mengkibatkan rusaknya sarana publik dan ribuan warga mengungsi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?