Pascagempa Lombok, Pemerintah Prioritaskan Bangun Sanitasi Air Bersih

"Pertama kali saya harus menyiapkan air dan sanitasi. Jadi di Lombok Utara itu banyak air, masih bisa dengan sumur bor, tinggal kita dekatkan ke pengungsian," kata Menteri Basuki.

Rabu, 08 Agus 2018 06:36 WIB

Warga menyelamat barang berharga miliknya di antara reruntuhan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Lombok Barat, NTB, Selasa (7/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakata- Pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pemerintah memprioritaskan pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih untuk pengungsi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga menjanjikan air bersih bakal mulai mengalir ke pengungsian Rabu (08/08). Kata dia, saat ini timnya sudah memulai pengerjaan fasilitas tersebut. Basuki menuturkan, timnya tidak kesulitan mencari sumber air, lantaran kualitas air tanah di NTB sangat baik. 

"Pertama kali saya harus menyiapkan air dan sanitasi. Jadi di Lombok Utara itu banyak air, masih bisa dengan sumur bor, tinggal kita dekatkan ke pengungsian," kata Basuki di komplek Istana Kepresidenan, Selasa (07/08).

Lebih lanjut Basuki mengatakan, terdapat beberapa sumur bor di sekitar pengungsian yang masih bisa dimanfaatkan. Adapun peralatan sanitasinya, kata Basuki, dikirimkan dari Surabaya dan Bali.

Selain membuat fasilitas sanitasi, Basuki menjelaskan, Pemerintah juga bakal memperbaiki infrastruktur lain yang rusak, seperti jalanan retak atau jembatan roboh. Kata dia, proses perbaikan infrastruktur ini didukung oleh perusahaan negara.  

Meski beberapa jembatan rusak, Basuki mengklaim semua alat berat untuk evakuasi korban reruntuhan akan bisa tersalurkan hari ini. Ia berkata, Kementerian PUPR telah mencarikan jalur alternatif untuk pengiriman alat-alat berat berupa eskavator dan truk. 

Editor: Adia Pradana

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".