Tol Trans Jawa Beroperasi Penuh Akhir 2018

"Minimal sampai Semarang sudah fungsional, bukan darurat lagi. Operasionalnya akhir tahun 2018. Mudiknya sudah jadi kayak Bawean-Salatiga itu, tapi bukan darurat lagi," kata Basuki.

Selasa, 01 Agus 2017 19:23 WIB

Mobil melewati ruas tol Bawen-Salatiga di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengan, Senin (3/7/2017). Mulai 3 Juli, jalan tol fungsional ditutup sementara untuk penyelesaian akhir jalan tol. (Foto: ANTARA/Aditya Pradana)

KBR, Jakarta - Pemerintah menargetkan tidak ada lagi tol darurat pada pelaksanaan mudik 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan tol trans Jawa akan beroperasi seluruhnya akhir tahun depan.

"Sampai mudik 2018 target saya sudah enggak ada yang darurat. Minimal sampai Semarang sudah fungsional, bukan darurat lagi. Operasionalnya akhir tahun 2018. Mudiknya sudah jadi kayak Bawean-Salatiga itu, tapi bukan darurat lagi," kata Basuki, Selasa (1/8/2018).

Untuk ruas Salatiga-Solo, Basuki mengatakan proses pembebasan lahan sudah rampung. Hanya pengerjaan proyeknya baru sekitar 10 persen.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga akan membangun underpass dari Brebes menuju jalur selatan. Basuki optimistis target penyelesaian tol Jakarta-Surabaya bisa tercapai pada akhir 2018.

Baca juga:


Seribu kilometer

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan membangun jlan tol sepanjang seribu kilometer selama lima tahun.

Dalam skenario pemerintah, jalan tol yang akan dibangun pemerintahan Jokowi-JK pada 2014-2019 diantaranya tol Lintas Sumatera, non Lintas Sumatera, tol Trans Jawa (Merak-Banyuwangi), tol Jabodetabek, tol non-Trans Jawa dan non-Jabodetabek serta tol Pulau Kalimantan, Pulau Bali dan Pulau Sulawesi.

Hingga Juni 2015, tol ruas tol yang beroperasi baru sepanjang 948 kilometer. Sedangkan konstruksi jalan tol hingga 2019 ditargetkan sepanjang 1.584 kilometer.

Salah satu yang dikejar pemerintah saat ini adalah sembilan ruas jalan tol dari Cikampek hingga Surabaya sepanjang 615 kilometer.

Tol Trans Jawa ini terdiri dari ruas tol Cikampek-Palimanan (116,76 km), ruas Pejagan-Pemalang (57,50 Km), ruas Pemalang-Batang (39,20 km), ruas Batang-Semarang (75 km), ruas Semarang-Solo (72,64 km), ruas Solo-Ngawi (90,10 km), ruas Ngawi-Kertosono (87,02 km), ruas Mojokerto-Jombang-Kertosono (40,50 km), dan ruas tol Mojokerto-Surabaya (36,27 km).

Sembilan ruas tol Trans Jawa itu ditargetkan selesai sebelum 2018.

Sementara itu di luar Jawa, ruas tol yang akan dibangun tahun 2015-2019 antara lain ruas tol Menado-Bitung sepanjang 39 kilometer dan ruas tol Balikpapan-Samarinda 99,02 kilometer. 

Di Sumatera, pemerintah mempercepat pembangunan ruas tol Trans Sumatera mulai dari Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api Api (MBBPT) sepanjang 434 kilometer yang terhubung dengan 'tol laut' di Selat Sunda.

Selain itu ada rencana pembangunan tol Medan-Binjai (16,7 kilometer) dan ruas tol Pekanbaru-Kandis-Dumai (135 kilometer).

Total ruas tol koridor Bakauheni Lampung-Banda Aceh sepanjang 2.048 kilometer dan feeder sepanjang 792 kilometer.
 
Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"