Sri Mulyani Isyaratkan Renovasi Gedung DPR Bisa Masuk APBN 2018

"Saya hanya menyampaikan bahwa tolong komunikasikan. Masyarakat pendapatnya seperti apa terhadap dewan."

Rabu, 23 Agus 2017 18:21 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai memberikan kuliah umum di FEB UGM Yogyakarta, Rabu (23/8/2017). (Foto: KBR/Eka Juniari)

KBR, Yogyakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan rencana perbaikan gedung DPR RI bisa terwujud pada 2018.

Sri Mulyani mengatakan alokasi anggaran untuk perbaikan gedung DPR menjadi salah satu materi pembahasan dalam proses Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

"Kami di APBN memang memasukkan beberapa anggaran yang merupakan usulan dari dewan. Ini hal yang akan dibahas dalam proses APBN 2018. Di dalam alokasi anggarannya memang ada untuk gedung," kata Sri Mulyani usai memberi kuliah umum di gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Rabu (23/8/2017).

Baca juga:


Sri Mulyani mengatakan usulan dewan untuk rehabilitasi atau perbaikan gedung bukan hal baru. Sejak 2015 usulan tersebut telah keluar namun mendapat reaksi negatif dari masyarakat sehingga tidak kunjung terwujud. Oleh karena itu, Sri Mulyani meminta DPR berkomunikasi pada masyarakat sebelum mengambil keputusan merenovasi gedungnya.

"Saya hanya menyampaikan bahwa tolong komunikasikan. Masyarakat pendapatnya seperti apa terhadap dewan. Bahwa DPR memiliki hak budget, oleh karena itu pilihan yang dilakukan dewan untuk mengusulkan berbagai macam pengeluaran yang harus ditampung itu merupakan refleksi dari hak budget DPR," jelasnya.

Sri Mulyani menambahkan anggaran untuk perbaikan gedung DPR dalam APBN tahun depan sebaiknya direalisasikan agar pemerintah tidak perlu membatalkan dana yang sudah disiapkan untuk itu.

"Tentu saja kalau ada di dalam anggaran kalau tidak jadi dilakukan. Kalau sudah dianggarkan nggak jadi, seperti tahun 2015 kita sudah mencadangkan tapi nggak jadi," kata Sri Mulyani.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau