Pilkada Jatim, Khofifah Klaim Kantongi Dukungan Parpol

"Jangan deh jangan disebut dulu. Peta kursi di Jatim sesuai dengan prasyarat seseorang untuk mencalonkan gubernur dan cawagub cukup sih cukup untuk berangkat."

Rabu, 23 Agus 2017 13:59 WIB

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengklaim telah mendapat dukungan partai politik yang cukup untuk maju dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. Namun, Ketua Muslimat NU ini enggan memastikan tentang langkahnya untuk mundur sebagai menteri dan bertarung di pilgub.

Khofifah menegaskan akan memberikan keputusan resmi di saat-saat akhir menjelang penutupan pendaftaran pilgub Jatim. Selain itu, ia juga menunggu restu dari Presiden Joko Widodo.

"Banyak (partai), jangan deh jangan disebut dulu. Peta kursi di Jatim sesuai dengan prasyarat seseorang untuk mencalonkan gubernur dan cawagub cukup sih cukup untuk berangkat. (Menunggu restu Presiden saja?) Etikanya seperti itu. (Majunya  last minute ya?) Seperti itulah," kata Khofifah usai dipanggil Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Khofifah menambahkan, saat  terus melakukan komunikasi dengan pemimpin partai. Namun, ia menegaskan tetap berkomitmen menjalankan tugasnya sebagai menteri sosial.

"Jadi apa yang kita lakukan jangan pernah mereduksi kinerja sebagai mensos ini harus menjadi komitmen saya yang diberi mandat," tuturnya

Hari ini Khofifah  dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana. Ia mengelak membicarakan tentang rencana pengunduran dirinya sebagai menteri. Ia mengaku hanya membahas tentang rencana anggaran untuk Kementerian Sosial di 2018.

"Nanti kalau saya sudah firmed (pasti) ya saya akan lapor. Hari ini juga pak Presiden padat sekali. Masak kita melapor sesuatu di luar tugas dan fungsi," ujar dia.

Johan Budi, juru bicara Presiden mengatakan, belum ada surat pengunduran diri yang diajukan oleh Khofifah.  Menurut dia, Presiden pernah memanggil Khofifah dan membahas tentang Pilgub Jatim bersama Menteri Sekretaris Negara sebelum 17 Agustus lalu.

"Bu Mensos ketemu Presiden didampingi Pak Mensesneg. Salah satu yang dibahas soal itu," ujar Johan.

Sebanyak 171 daerah akan menggelar Pilkada serentak pada 27 Juni 2018.  Sejumlah nama telah disebut untuk maju dalam Pilkada Jawa Timur. Di antaranya petahana Wagub Saifullah Yusuf   dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Rencana Pembentukan Densus Tipikor Ditunda

  • Kuburan Massal Korban Tragedi 1965 Jadi Pekerjaan Baru Komisioner Komnas HAM yang Baru
  • Hampir Seribuan Nelayan Aceh Utara Masih Pakai Pukat Dorong
  • AS, Jepang, Korsel Mulai Latihan Rudal Antisipasi Korut