Perokok Pasif, Waspadai Third Hand Smoke

"Bahkan Ibu saya tanya, kamu merokok ya di sekolah? Saya tidak pernah merokok sama sekali. Bahkan baunya saja tidak suka,"

Rabu, 09 Agus 2017 13:27 WIB

Diskusi

KBR, Jakarta- Pegiat antirokok meminta masyarakat peduli hak perokok pasif yang menjadi korban dan mewaspadai bahaya third hand smoke atau dampak rokok tangan ketiga. Ibnu Haykal korban perokok pasif mengatakan menjadi korban dari perokok yang mengisap di ruang publik. Dia mengetahui hal itu saat dokter  menyatakan sakit asmanya karena terpapar asap perokok.

"Bahkan Ibu saya tanya, kamu merokok ya di sekolah? Saya tidak pernah merokok sama sekali. Bahkan baunya saja tidak suka," ujar Ibnu dalam diskusi "Ruang Publik" yang digelar KBR pada Rabu (09/08).

Ibnu menyatakan di keluarganya tak ada yang merokok. Paparan asap rokok itu dia dapat saat berada di kendaraan umum saat berangkat dan pulang sekolah.  Dia meminta perokok untuk tidak mengisap di area publik seperti angkutan umum atau pusat perbelanjaan.

Hal senada disampaikan Elysabeth Ongkojoyo, penggagas petisi “Saya dan Bayi saya terusir oleh Oknum yang mau merokok di dalam Mall”. Menurut dia masih saja ada orang yang merokok di tempat umum. Ely meminta warga untuk tak ragu menegur mereka yang merokok di tempat umum.

Ely mengatakan berkat petisinya yang diteken hampir 50 ribu orang, banyak yang memutuskan untuk berhenti merokok. Dia mencontohkan keluarga dan sahabatnya yang kini telah berhenti total dari mengisap rokok.

Sementara itu Feni Fitriani Taufik dokter spesialis paru meminta masyarakat  juga mewaspadai third hand smoke. Paparan residu asap rokok itu bisa menempel di baju, rambut, kursi, dan di berbagai tempat. Kata dia tak mudah membersihkan rezidu itu.

Dokter Feni meminta para perokok untuk mandi sebelum bersentuhan dengan anak. Pasalnya residu rokok yang menempel di pakaian dan tubuh perokok bisa masuk ke tubuh orang lain.

Dokter Feni menegaskan untuk mencegah penyakit akibat asap rokok yang terbaik adalah berhenti merokok. Pasalnya banyak perokok yang tak tahu kalau orang lain bisa terpapar racun bukan hanya karena asapnya tapi residu akibat aktivitas merokok yang menempel di benda-benda sekitar. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.