Pansus Angket Keluarkan 11 Poin Temuan, ini Tanggapan KPK

"Kalau kita kan hubungannya dengan Komisi III, kalau dengan Pansus kan kita menunggu putusan MK,"

Rabu, 23 Agus 2017 08:56 WIB

Ketua KPK Agus Rahardjo. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan tidak akan menanggapi soal 11 poin temuan Pansus Angket KPK soal pelaksanaan tugas dan kewenangan lembaga anti rasuah tersebut. Kata dia, KPK tidak memiliki hubungan apapun dengan Pansus Hak Angket tersebut.

Apalagi kata dia, pihaknya saat ini tengah menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi soal keabsahan Pansus.

"Kalau kita kan hubungannya dengan Komisi III, kalau dengan Pansus kan kita  menunggu putusan MK," ucapnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/08).

Dia juga menegaskan tidak akan memenuhi panggilan Pansus soal apapun. Namun, beda halnya jika panggilan itu berasal dari Komisi Hukum (III) DPR RI. Pasalnya menurut dia, KPK memang rekan kerja Komisi Hukum DPR.

"Kalau komisi 3 yang ngundang ya kita datang orang partnernya koq," ucapnya.

Sebelumnya, Pansus Hak Angket KPK menyampaikan 11 poin temuan sementara berdasarkan hasil kerja pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK. Hasil temuan sementara Pansus Angket KPK memunculkan kembali soal wacana mengenai dewan pengawas untuk lembaga antirasuah itu.

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu mengatakan temuan sementara yang mereka sampaikan ke publik bukan kesimpulan kerja Pansus. Setelah mengumumkan hasil temuan itu, Pansus akan memanggil KPK untuk dimintai klarifikasi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.