Ketua KPK Dampingi Polisi Periksa Novel Baswedan, Besok

Biro hukum KPK dan Ketua KPK akan mendampingi tim dari kepolisian untuk memeriksa Novel Baswedan di Singapura, Senin (14/8/2017) besok.

Minggu, 13 Agus 2017 15:16 WIB

Ilustrasi: Koalisi Masyarakat Sipil gelar aksi teatrikal untuk desak pengungkapan pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menemani polisi memeriksa penyidik senior lembaga antirasuah tersebut, Novel Baswedan pada Senin (14/8/2017) besok. Langkah ini terkait proses penyidikan kasus teror dan penyiraman air keras terhadap Novel, April lalu.

Proses pemeriksaan menurut Ketua KPK Agus Rahardjo akan dilakukan di Singapura. "Polisi sudah mengirim surat ke KPK. Pemeriksaannya besok, ditemani oleh biro hukum KPK," kata Agus saat dihubungi KBR, Minggu (13/8/2017).

Bukan hanya biro hukum, menurut Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief, Ketua KPK pun turut mendampingi pemeriksaan.

"Kebetulan kan Pak Agus juga mau menjenguk besok, jadi ada dia."

Baca juga:

Namun Syarief tak memerinci materi pemeriksaan yang akan digali penyidik polisi. Karena menurut dia, dalam surat yang diterima KPK pada Jumat (11/7/2017) pekan lalu, polisi hanya menulis permohonan untuk penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Permintaan untuk memeriksa Novel, di-BAP saja," tambah Syarief.

Mengenai kasus ini, dia pun mengungkapkan, Kapolri Tito Karnavian belum membahas ulang rencana pembentukan tim gabungan KPK-Polri.

"Belum ada kelanjutan dan detail dibicarakan soal tim gabungan semi-independen," tutur Syarief kepada KBR, Minggu (13/8/2017).

Pada 31 Juli lalu, Kapolri Tito Karnavian menghadap Presiden Joko Widodo untuk melaporkan perkembangan pengungkapan penyerang Novel Baswedan. Saat itu Tito menjanjikan akan menemui pimpinan KPK pada pekan yang sama, untuk membicarakan kelanjutan kasus Novel dan rencana pembentukan tim gabungan kedua lembaga.

Lebih dari empat bulan polisi menyelidiki kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Namun hingga kini penyiram air keras terhadap Novel belum juga terungkap. Selama proses penyidikan, Kepolisian telah memeriksa 59 saksi, 50 CCTV dan 100 toko bahan kimia.

Baca juga:

Polisi pada penghujung Juli lalu juga mengumumkan sketsa baru terduga pelaku penyerangan. Kapolri Tito Karnavian mengatakan, sosok yang dimaksud diduga merupakan pengendara sepeda motor yang menyerang Novel.

"Yang ini adalah dari saksi yang sangat penting, karena lima menit sebelum kejadian.  Ini ada di dekat masjid, dia mencurigakan, yang kita duga dia adalah pengendara sepeda motor. Ciri-cirinya tingginya hampir 167-170, agak hitam, rambut keriting, kemudian badan cukup ramping," kata Tito di Kantor Presiden, Senin (31/7/2017).

Selasa 11 April usai subuh, dua orang tak dikenal menyiram Novel Baswedan dengan air keras. Serangan itu mengenai muka dan mengakibatkan sepasang matanya harus dirawat intensif di rumah sakit di Singapura.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR