Fadli Zon Sebut Pidato Jokowi Tak Sesuai Realita

"Angka-angka ini datangnya mungkin bukan dari Presiden tapi dari bawahan. Jadi Presiden harus memeriksa angka-angka itu," kata Fadli Zon.

Rabu, 16 Agus 2017 20:23 WIB

Presiden Joko Widodo menyerahkan RUU RAPBN nota keuangan dan dokumen kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Ketua DPD Oesman Sapta Odang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2017). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD RI hanya berisi paparan normatif.

Fadli menyebut apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo mengenai ekonomi tidak sesuai realita di masyarakat.

"Di bidang ekonomi dipaparkan, keliatan pencapaiannya semua positif. Angka kemiskinan turun, Indeks Pembangunan Manusia naik, angka angka semua itu. Tapi di masyarakat mereka merasakan hidup makin menderita, makin susah. Jadi Presiden harus memeriksa kenyataan yang ada di masyakarat. Jangan hanya dari angka saja. Angka itu bisa menipu. Kenyataan bisa beda di lapangan," kata Fadli di Gedung DPR, Rabu (16/8/2017).

Fadli mengklaim telah meninjau langsung ke masyarakat melihat realita yang terjadi. Ia mencontohkan daya beli masyarakat turun, sementara tarif listrik naik dan harga-harga kebutuhan lainnya juga naik. Ia mengatakan, kenyataan jangan ditutupi dengan angka-angka.

"Angka-angka ini datangnya mungkin bukan dari Presiden tapi dari bawahan. Jadi Presiden harus memeriksa angka-angka itu," kata Fadli Zon.

Ia menambahkan, realita tidak menunjukkan rakyat yang makin sejahtera dan pekerjaan yang mudah didapatkan. Ia meminta Presiden Jokowi untuk memeriksa kembali angka-angka di bidang ekonomi yang telah dipaparkannya.

Dalam sidang tahunan MPR serta sidang bersama DPR-DPD RI, Rabu (16/8/2017), Presiden Joko Widodo memaparkan tingkat kemiskinan di Indonesia turun dari 28,59 juta orang pada Maret tahun 2015 menjadi 27,77 juta orang pada Maret tahun 2017.

Begitu juga Indeks Rasio Gini Indonesia, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, kata Jokowi, terus membaik dan mencapai 0,393 di bulan Maret 2017. Angka itu turun dibandingkan dengan angka September 2014 sebesar 0,414.

"Pada tahun ketiga, Pemerintah bergerak lebih maju lagi. Fokus pada kebijakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan," kata Jokowi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Kuasa Hukum Tak Bisa Janjikan Setnov Hadir di Sidang Tipikor Besok

  • Kakorlantas: Tim Pengkaji Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Bekerja
  • Disnaker Sulut: Perusahaan Jangan Lupa Bayar THR
  • Lakukan Percobaan Penyuapan, Ketua DPRD Halteng Ditahan