SMS Peringatan Dini Karhutla Terkendala Jaringan Seluler

"Hasil laporan lapangan mau mengirim beritanya tidak bisa, karena tidak ada jaringan."

Kamis, 05 Jul 2018 12:40 WIB

Ilustrasi: Karhutla (Foto: BNPB)

KBR, Jakarta- Sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui sms yang diluncurkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan   terkendala ketiadaan jaringan seluler di daerah terpencil. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B. Panjaitan mengatakan kendala itu membuat  petugas patroli masih tak bisa  melaporkan situasi.

"Sekarang ini patroli terpadu sampai mencapai 1086 di tahun ini. Dan sampai saat ini sedang berjalan di provinsi yang rawan. Tapi hasil laporan lapangan mau mengirim beritanya tidak bisa, karena tidak ada jaringan. Akan disingkronkan kabupaten yang tidak ada BTS nya dan lapor ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membangun jaringan," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B. Panjaitan pada Rabu (05/06/18).

Kata dia,  laporan titik panas potensi kebakaran hutan dan lahan informasi tersebut bisa di dapat melalui website yang sudah terhubung melalui satelit.

Menanggapi itu,  Kementerian Komunikasi dan Informatika Rudiantara  mengatakan siap membangun dan memperluas sistem jaringan seluler di setiap wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

"Ada 122 kabupaten kota kominfo bisa langsung intervensi nanti tolong di cek hutan yang sering kebakaran itu, ada tidak yang berdampingan dengan kabupaten desa yang Perpres 131 bersinggungan dengan hutan akan dibangun BTS," kata Kementerian Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
KLHK bersama  Kemenkominfo  kemarin meresmikan layanan SMS Blast sebagai informasi dini pencegahan Karhutla. Dengan layanan ini warga yang memberikan peringatan dini karhutla, seperti informasi titik panas (hot spot) tidak dikenakan biaya. Saat ini sudah ada enam penyedia layanan komunikasi yang ikut dalam mengirimkan SMS tanggap kebakaran hutan dan lahan. 



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.