Sejak Bom Kampung Melayu, Polri Tahan 31 Terduga Teroris dan Gagalkan Bom Bima

Polisi menggagalkan rencana aksi teror di Bima yang rencananya dilakukan Minggu malam. Polisi menangkap dua orang di Bima bersama barang bukti bom yang sudah jadi jenis TATP.

Senin, 19 Jun 2017 15:42 WIB

Polisi berjaga di rumah terduga teroris di Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin (19/6/2017). SM ditangkap di rumah itu karena diduga terlibat jaringan Abu Jandal pendukung ISIS. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

KBR, Jakarta - Kepolisian terus memburu orang-orang yang diduga terkait aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur pada 24 Mei 2017 lalu.

Penangkapan terus dilakukan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Kapolri Tito Karnavian mengatakan hingga saat ini Polri sudah menahan 31 orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam aksi bom tersebut.

"Sebanyak 31 orang ditahan, baik dari Jambi, Jawa Barat, Medan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan sampai Bima. Jumat sore lalu sudah ditangkap lagi yang di Bima sebanyak dua orang, bersama bom yang sudah jadi. Bom itu jenis TATP," kata Tito Karnavian usai menghadiri Apel bersama Operasi Ramadniya (Ramadhan Hari Raya) 2017 di Lapangan Silang Monas, Senin (19/6/2017).

TATP merupakan bahan kimia triaseton triperoksida, serbuk bahan peledak yang terbuat dari aseton dan berjenis high explosive (berdaya ledak tinggi). TATP dijuluki The Mother of Satan (TMOS) atau ibunya setan, dan menjadi bahan peledak khas yang kerap digunakan kelompok teroris ISIS di Irak dan Suriah.

Tito Karnavian mengatakan dua orang yang ditangkap di Bima itu berencana melakukan pemboman di depan Kantor Polsek Bima, namun berhasil digagalkan.

"Dua orang itu ditangkap berikut disita barang bukti bom dan alat bom lainnya. Rencananya akan diledakkan kemarin (Minggu) malam tapi berhasil digagalkan," ujar Tito.

Tito menambahkan dua orang pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, yakni INS (Ichwan Nurul Salam) dan AS (Ahmad Sukri) merupakan anggota kelompok Qodriyah Bandung Raya. Kelompok QBR ini sering berhubungan dengan Bahrun Naim yang berada di Raqqa, Suriah.

Polisi telah menelusuri ponsel yang dimiliki dua terduga itu. Kata Tito, dua orang tersebut kerap berkomunikasi dengan Bahrun Naim. Bahkan mereka terhubung dalam mempelajari perakitan bom.

"Jadi untuk mengantisipasi terorisme di Indonesia, khususnya menjelang lebaran ini, kami akan menindak tegas dari mulai rencana pelaku. Saya harap petugas terus bekerja sehingga tidak ada celah bagi mereka," ujar Tito.

Penangkapan di Jawa Tengah

Sementara itu Densus 88 Antiteror mengamankan tiga orang terduga teroris dari Jawa Tengah pada Minggu (18/6/2017) pagi.

Juru bicara Polda Jawa Tengah Djarot Padakova mengatakan dua orang terduga teroris itu ditangkap di Kabupaten Kendal dan Temanggung Jawa Tengah.

"Hari ini tepatnya tadi pagi sekitar pukul 06.30 sampao siang di di lokasi berbeda telah diamankan tiga terduga teroris. Penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror yang mana di back up oleh jajaran Polres Temanggung, jajaran Polres Kendal, maupun Inavis." kata Djarod kepada KBR, Minggu (18 / 06 / 2017) malam.

Juru bicara Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova saat dihubungi KBR, Minggu (18 / 06 / 2017) malam membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Seorang terduga teroris dari Kabupaten temanggung tersebut berinisial AZ alias F alias FM, yang ditangkap pada pukul 07.20 di Dusun Kalitengah, Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

Dari tangan AZ, Densus 88 menyita beberapa barang bukti antara lain laptop, HP, flashdisk, serta beberapa buku dan kitab.

Sementara itu, untuk penangkapan terduga teroris di Kabupaten Kendal, Densus 88 menangkap Z di desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal serta R bin S, di dukuh Bumen, Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti HP, dokumen yayasan abu bakar beserta cap dan stempel, serta buku Tauhid dan Jihad.

Selain itu, polisi juga menyita gerinda (alat potong besi), alat las, kikir, serta bendera putih bertuliskan Lailahaillallah dari rumah terduga teroris R, berada di Desa Ringinarum, Kabupaten Kendal.

Selain menggeledah rumah terduga teroris, polisi juga menggeledah Masjid Abu Bakar di Kendal. Dari hasil penggeledahan, Densus 88 Antiteror menyita sejumlah barang bukti, termasuk kartu identitas atas nama MM. MM merupakan salah satu terduga teroris yang ditembak mati oleh polisi di Tuban beberapa waktu lalu.

Saat ini Densus 88 Antiteror terus melakukan penyelidikan terkait jaringan dari ketiga terduga teroris tersebut.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

  • Kemendagri Persilakan TNI Gunakan Fasilitas Pemda Untuk Pemutaran Film G30S
  • Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
  • Produksi PCC di Purwokerto Capai Ratusan Ribu Butir