Dalami Keterlibatan ISIS, Tiga Tersangka Penyerangan Mapolda Sumut Diboyong ke Jakarta

Tiga orang itu akan diperiksa dan didalami mengenai keterlibatan mereka dengan aktivitas terorisme. Hal itu berangka dari fakta salah satu tersangka pernah berangkat ke Suriah pada 2013.

Rabu, 28 Jun 2017 19:47 WIB

Bendera ISIS terpasang di rumah Syawaluddin Pakpahan, salah seorang pelaku penyerangan Markas Polda Sumatera Utara pada Minggu (25/6/2017) lalu. Syawaluddin pernah mengikuti pelatihan perang di Suriah pada 2013. (Foto: KBR/Anugrah Ardiansyah)

KBR, Medan - Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri memboyong tiga orang tersangka pelaku penyerangan Markas Polda Sumatera Utara ke Jakarta.

Tiga tersangka itu adalah Syawaluddin Pakpahan (SP), Firmansyah Putra Yudi (FPY), serta Boboy. Mereka dibawa dari Mako Brimob Polda Sumatera Utara pada Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 14.00 WIB, ke Jakata menggunakan pesawat udara melalui Bandara Kualanamu, Medan. Densus 88 juga membawa seluruh barang bukti.

"Tiga tersangka yang dibawa petugas dari Mako Brimob Polda Sumut ke Jakarta adalah SP, HP alias B, dan FPY. Sedangkan AR yang meninggal sudah diserahkan kepada keluarganya," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Rina Sari Ginting, Rabu (28/6/2017).

Rina mengatakan tiga tersangka itu dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, belasan orang saksi yang ditahan sudah dikembalikan ke keluarga.

"Saksi-saksi sudah kita kembalikan kepada keluarganya, berdasarkan hasil pemeriksaan mereka tidak terlibat dalam kasus penyerangan pos jaga tiga di Polda Sumatera Utara," kat Rina.

Baca juga:


Sementara itu, Juru bicara Mabes Polri Sulistyo Pudjo mengatakan dua tersangka yang dibawa ke Jakarta yaitu Firmansyah dan Boboy akan langsung dibawa ke Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Sedangkan Syawaluddin akan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Tiga tersangka yang hidup akan dibawa ke Jakarta oleh tim Densus 88 dengan pengamanan khusus. Satu orang dirawat di RS Polri, lainnya langsung dibawa ke Mako Brimob," ujar Pudjo, Rabu (28/6/2017).

Pudjo mengatakan tiga orang itu akan diperiksa dan didalami mengenai keterlibatan mereka dengan aktivitas terorisme. Hal itu berangka dari fakta salah satu tersangka yakni Syawaluddin Pakpahan pernah berangkat ke Suriah tahun 2013. Pudjo mengatakan polisi akan memberikan pengamanan maksimal kepada tiga orang tersangka itu.

Polda Sumatera Utara sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka penyerangan Markas Polda Sumut, tepat pada hari raya Idul Fitri, Minggu (25/6/2017). Empat orang itu termasuk Ardial Ramadhan yang tewas ditembak. Selain itu, ada pula tersangka Firmansyah Putra Yudi yang dicurigai ikut merencanakan serangan bersama tersangka lainnya yakni Syawaluddin Pakpahan dan Hendri Pratama alias Boboy.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau