Sejumlah Ulama di Cirebon Dukung Gatot jadi Capres 2019

Namun kata dia jika deklarasi telah dilakukan maka dirinya bakal memegang mandat tersebut. "Saya ini santri, kalau sudah ditugaskan oleh ulama akan saya jalankan dengan penuh tanggungjawab," katanya.

Kamis, 10 Mei 2018 23:17 WIB

Bekas Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua dari kiri) berjalan bersama sejumlah tokoh masyarakat saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Alhamidy Banyuanyar, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (14/3). (Foto: ANTARA)

KBR, Cirebon - Gatot Nurmantyo menerima dukungan dari sejumlah ulama di Cirebon untuk maju menjadi Calon Presiden pada Pemilu 2019 mendatang. Deklarasi itu langsung dibacakan 10 perwakilan ulama dari berbagai daerah di Cirebon. Salah satu ulama yang ikut mendeklarasikan dukungan, Badawi Murai menganggap figur Gatot layak bertarung dalam kontestasi Pilpres nanti.

"Pak Gatot itu orang yang religius, sangat dekat dan mengayomi anak buahnya, serta beliau cukup dekat dengan kiai," kata Badawi di Cirebon, Kamis (10/5/2018).

Dengan karakter itu menurut Badawi, bekas Panglima TNI tersebut layak untuk memimpin Indonesia ke depan.

Kata Badawi, deklarasi dukungan dihadiri sepuluh perwakilan ulama dari Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Ia mengklaim, meski yang membacakan hanya sepuluh orang namun masih banyak kiai lain yang siap mendukung Gatot maju pada Pilpres 2019.

"Yang membacakan ada sepuluh kiai, tapi di bawahnya masih banyak."

Mengetahui dukungan tersebut, Gatot mengaku terkejut sekaligus tak menyangka mendapat sokongan dari para ulama. Ia mengatakan, kedatangannya ke Cirebon untuk menghadiri Haul KH Bunyamin ke-30 dan Khotmil Quran di Pondok Pesantren Ulumuddin Cirebon.

"Saya tidak tahu kalau ada deklarasi. Saya datang ke Cirebon memenuhi undangan Haul KH Bunyamin, itu saja," ucap Gatot di Cirebon, Kamis (10/5/2018).

Baca juga:

Namun kata dia jika deklarasi telah dilakukan maka dirinya bakal memegang mandat tersebut. "Saya ini santri, kalau sudah ditugaskan oleh ulama akan saya jalankan dengan penuh tanggungjawab," katanya.

Saat ini ia tengah berkomunikasi dengan sejumlah partai. Namun, kepastian pencalonan kata dia masih menunggu Agustus 2018 mendatang.

"Ada beberapa partai yang mau mendukung saya. Tapi kepastiannya nanti pada bulan Agustus," ungkap Gatot. Tahapan pendaftaran capres dan cawapres digelarKPU pada 4-10 Agustus 2018.

Salah satu partai yang mengisayaratkan keinginan menggaet Gatot menjadi Capres 2019 adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Awal pekan ini, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu dengan Gatot Nurmantyo di ruang kerja Ketua MPR.

Zulkifli mengatakan ingin mendengar gagasan bekas Panglima TNI itu mengenai pelbagai masalah di Indonesia. "Kami dengar dulu pemikiran Pak Gatot. PAN memang belum dukung siapa-siapa," tuturnya Zulkifli di Jakarta, Selasa (7/5/2018).

Hingga kini PAN belum mendeklarasikan bakal calon presiden dan wakil presiden. Partai berlambang Matahari Putih tersebut baru akan memutuskan arah politik pada rapat kerja nasional akhir Mei mendatang.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.