Bom Mapolrestabes Surabaya, Ini Cerita Saksi Ledakan

Ledakan diduga berasal dari sepeda motor yang hendak masuk ke Mapolrestabes

Senin, 14 Mei 2018 11:28 WIB

Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Saksi ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya pada pukul 08:50 pagi tadi mengatakan ledakan terdengar sangat keras.  Abdul Hasan, warga Bulak Jaya mengatakan ledakan terjadi saat dia tengah duduk di sekitar lokasi kejadian. 

"Tadi waktu saya duduk di sini ada ledakan. Waktu itu saya ke sana dan sudah tidak boleh masuk," katanya.

Menurut dia, ledakan terjadi pada pukul 08.30 WIB.  Setelah bom meledak, jalan di depan Mapolrestabes Surabaya langsung ditutup.

"Kalau waktunya tadi sekitar jam setengah sembilan," tambahnya.

Pascaledakan petugas kepolisian menyelamatkan seorang anak dari lokasi ledakan bom di pintu masuk Markas Kepolisian Surabaya, Jawa Timur. Sesaat setelah ledakan terjadi seorang anak tampak berdiri di lokasi ledakan yang diduga berasal dari pengendara motor yang hendak masuk ke Mapolres Surabaya. Petugas lantas berlari dan mengangkat anak tersebut.

Sebanyak 2 video beredar di media sosial pascaledakan yang terjadi sekitar pukul 08:50 WIB. Video pertama menunjukkan 2 motor dengan pengemudi berboncengan hendak masuk ke dalam Mapolres. Sesaat motor yang berhenti di samping mobil itu hendak diperiksa petugas terjadi ledakan.


Sedangkan video kedua menunjukkan seorang anak tampak berdiri setelah ledakan terjadi. Belum ada penjelasan anak siapakah yang diselamatkan petugas tersebut.

Juru Bicara Kepolisian Jawa Timur Frans Barung Mangera dalam konferensi pers mengatakan 10 orang  terluka akibat ledakan tersebut. Kata dia, empat di antaranya petugas kepolisian.

Editor: Rony Sitanggang


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.