Longsor Ponorogo, Pemerintah Beri Santunan 35 Juta

"Dari Kemensos 15 juta, Pemprov 10 juta, Pemkab 10 juta. Dan sudah diberikan kepada 28 keluarga bersama Kemensos dan Bupati,"

Selasa, 18 Apr 2017 09:00 WIB

Pengungsi berdiri di depan rumah relokasi sementara yang berjarak sekitar 500 meter dari titik utama longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (17/4). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta- Pemerintah memberikan santunan sebesar Rp. 35 juta kepada 28 keluarga korban meninggal tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kepala Bidang Kedaruratan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan, dana santunan itu berasal dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Jadi dapat santunan. Dari Kemensos 15 juta, Pemprov 10 juta, Pemkab 10 juta. Dan sudah diberikan kepada 28 keluarga bersama Kemensos dan Bupati," ujarnya kepada KBR, Selasa (18/4/2017)

Setyo menambahkan, bantuan berupa perabotan rumah bagi korban juga akan diberikan Kementerian Sosial. Namun, sampai saat ini belum diputuskan, apakah dana sebesar Rp. 3 juta itu akan diberikan berupa uang tunai atau barang secara langsung.

Saat ini, kata Setyo, 19 KK korban longsor sudah menempati hunian sementara di dua lokasi  di Desa Banaran. Ada 19 rumah yang ditempati.  Puluhan keluarga itu, ujar Setyo akan menempati hunian sementara, sampai pemerintah menemukan lokasi yang tepat bagi hunian tetap mereka.

"Kita masih cari. Kita terus berkonsultasi dengan kepala desa, ahli vulkanologi, mana hunian yang aman. Karena di Banaran itu banyak yang rawan. Masalahnya, masyarakat tidak mau pindah dari desa Banaran," pungkasnya.

Bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten  Ponorogo, menyebabkan 28 orang tewas tertimbun. Sebanyak 24 orang hingga kini belum ditemukan.  Pemerintah setempat pun menjadikan lokasi longsor sebagai zona merah dan tidak boleh dijadikan tempat permukiman.

BPBD menyebut ada 9 titik daerah rawan bencana longsor di Kabupaten Ponorogo, yang masih terus diwaspadai. Diantaranya di Banaran, Dayakan, Ngebel, Umbulrejo, Slaung dan Sawo. 


Editor:Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.