Kerahkan 500 Brimob, Satgas Tinombala Buru Sisa 9 DPO Poso

Hari menambahkan saat ini sebanyak 519 anggota Brimob telah ditugaskan untuk menggantikan 410 anggota Brimob yang sudah dipulangkan secara bertahap.

Senin, 03 Apr 2017 20:42 WIB

Anggota Brimob memeriksa setiap kendaraan yang mencurigakan di perbatasan Napu Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dalam operasi Tinombala. (Foto: Aldrim Thalara/KBR)


KBR, Palu - Markas Besar Kepolisian Indonesia memperpanjang kegiatan Satuan Tugas Operasi Tinombala 2017 (Satgas Tinombala), yang mestinya berakhir April 2017 menjadi Juli 2017. Satgas Tinombala merupakan kegiatan perburuan teroris bersama Polri dan TNI.

Juru bicara Polda Sulawesi Tengah Hari Suprapto mengatakan Satgas Tinombala diperpanjang untuk memburu sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) terduga teroris di Poso yang masih berjumlah sembilan orang.

Hari menambahkan saat ini sebanyak 519 anggota Brimob telah ditugaskan untuk menggantikan 410 anggota Brimob yang sudah dipulangkan secara bertahap. Pergantian pasukan itu dilakukan untuk penyegaran bagi pasukan yang sebelumnya telah bertugas selama tiga sampai enam bulan di Poso Sulawesi Tengah.

"Yang menggantikan nanti ada empat kesatuan, yakni dari Brimob Kelapa Dua, Brimob Polda Lampung, Brimob Polda Jawa Tengah, dan Satuan Brimob Polda Maluku. Semuanya berjumlah 519 personil," kata Hari Suprapto, di Palu, Senin (3/4/2017).

Baca juga:


Pasukan Brimob yang dipulangkan berasal dari Satuan Brimob Kelapa Dua sebanyak 210 personil, Brimob Polda Sulawesi Selatan 100 personil, dan Brimob Polda Sulawesi Utara 100 personil.

Dengan pengerahan pasukan baru itu, ada penambahan sebanyak 109 pasukan Brimob yang bertugas untuk memburu sisa DPO. Salah satu yang diburu adalah Ali Kalora.

Ali merupakan orang paling dicari dan dianggap sebagai pemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), pasca tewasnya Santoso dan tertangkapnya Basri. Basri dan Ali Kalora merupakan dua orang kepercayaan Santoso.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid