HPP Rendah, Bulog Kesulitan Serap Beras Petani di Jombang

"Kita tidak berdaya sudah kalau di luar. Mereka otomatis mau menjual di yang lebih tinggi, itu yang menjadi dilema buat Bulog,"

Jumat, 31 Mar 2017 17:31 WIB

Gudang Bulog di desa Mojongapit, Jombang, Jawa Timur. (Foto: KBR/ Muji L.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jombang– Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Surabaya Selatan  kesulitan menyerap beras hasil panen petani di wilayah Kabupaten Jombang. Hal itu terlihat dari target serapan beras yang masih jauh dari harapan. Padahal saat ini, musim panen sudah mulai habis dan bergeser ke persiapan musim tanam kembali.

Wakil Kepala Bulog Surabaya Selatan, Anita Andrea, mengakui,  pada triwulan pertama atau periode bulan Januari hingga Maret ini, Bulog hanya mampu menyerap beras petani sebanyak 8.500 ton dari target sebanyak 20 ribu ton.  Sedangkan untuk periode bulan April sampai Juni, targetnya sebanyak 24 ribu ton. Sehingga kekurangannya sekitar 35 ribu ton.

“Kita masih kecil sih kalau dibanding dengan tahun yang lalu, jadi kan sekarang masih 8.500 ton. Sementara target kita kan 20 ribu ton kalau sampai dengan Maret. Berarti kan kurang sekitar 11.500 ton. Terus 24 ribu ton untuk bulan April sampai Juni, jadi sekitar 35 ribuan ton lagi," kata Anita, Jumat (31/03/17).

Menurut Anita, ada beberapa faktor penyebab sulitnya hasil panen  petani masuk ke Bulog. Salah satunya karena harga diluar lebih mahal jika dibandingkan dengan harga Bulog yang mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Saat ini, HPP beras berkisar Rp. 7.300 per kilogram, sedangkan untuk gabah kering giling dihargai Rp. 4.600 dan gabah kering sawah Rp. 3.750 per kilogram. Namun, kata Anita, harga di luar Bulog bisa seratur hingga dua ratus rupiah lebih mahal dari harga yang dipatok Pemerintah.

“Karena kan Bulog itu kan bergerak di aturan Pemerintah itu tadi. Sementara harga di luar kan bisa lebih tinggi. Kita tidak berdaya sudah kalau di luar. Mereka otomatis mau menjual di yang lebih tinggi, itu yang menjadi dilema buat Bulog," jelas Anita.

Meski demikian, Wakil Kepala Bulog Surabaya Selatan, Anita Andrea, tetap optimistis target serapan beras hingga bulan Juni mendatang mampu tercapai. Saat ini Bulog terus berupaya melakukan sosialisasi kepada Kelompok tani.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!