Puluhan Kantor Cabang Biro Haji dan Umrah di Solo Belum Berizin

"Biasanya mereka punya ijin di pemerintah pusat, tetapi ketika membuka kantor cabang di Solo, Kementerian Agama setempat tidak diberi surat rekomendasi atau pemberitahuan ijin operasional ini."

Jumat, 05 Jan 2018 15:01 WIB

Ilustrasi. Kantor biro perjalanan umrah Hannien Tour. (Foto: kemenag.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo - Kantor Kementerian Agama Kota Solo Jawa Tengah memperketat pengawasan terhadap Perusahaan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), pascaterungkapnya dugaan penipuan yang dilakukan sejumlah biro perjalanan.

Saat ini ada dua biro perjalanan umrah yang terjerat kasus penipuan di Solo, yaitu First Travel dan Hannien Tour.

Juru bicara Kementerian Agama Kota Solo, Rosyid Ali ada ratusan biro perjalanan umroh dan haji yang berkantor di Kota Solo. Namun, sebagian besar di antaranya berizin resmi di luar wilayah Solo. 

Ketika membuka kantor cabang di Solo, kata Rosyid, mereka tidak menyerahkan surat rekomendasi pembukaan kantor cabang kepada Kementerian Agama Kota Solo.

"Jumlah biro umrah dan haji yang kantor pusat di Solo ada empat. Sedangkan yang buka kantor cabang secara resmi di Solo hanya 12. Padahal, total jumlah biro umrah dan haji yang beroperasi di Solo ada 127 kantor. Biasanya mereka punya ijin di pemerintah pusat, tetapi ketika membuka kantor cabang di Solo, kami tidak diberi surat rekomendasi atau pemberitahuan ijin operasional ini. Kami berharap masyarakat menggunakan jasa biro umroh dan haji yang resmi," kata Rosyid, Jumat (5/1/2018).

Baca juga:


Petugas Polres Kota Solo menunjukkan barang bukti sejumlah dokumen identitas calon jemaah umrah korban dugaan penipuan biro Hannien Tour di Mapolresta Solo, Jumat (5/1/2018). (Foto: KBR/Yudha Satriawan) 

Kementerian Agama Kota Solo Jawa Tengah juga terus menyisir dan mendata masyarakat yang menjadi korban dugaan penipuan biro umrah dari biro Hannien Tour. 

Data Kementerian Agama, saat ini ada lebih dari 500 orang yang diduga menjadi korban penipuan biro Hannien Tour. jumlah itu lebih banyak dibanding data resmi korban Hannien Tour yang dirilis Polres Kota Solo yaitu 494 orang. 

Kementerian Agama Kota Solo juga memastikan kantor cabang biro Hannien Tour di Solo belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama Solo, meski sudah mendapat izin dari pemerintah pusat.

Biro perjalanan Hannien Tour merupakan biro yang dikelola PT Biro Perjalanan Wisata (BPW) Al-Utsmaniyah. Perusahaan itu berkantor di Ruko Cibinong City, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.