Austria Longgarkan Aturan Soal Pengungsi

Kanselir Austria, Werner Faymann menyebut, penghentian kebijakan darurat itu akan dilakukan bertahap.

Senin, 07 Sep 2015 11:44 WIB

Pengungsi Suriah yang baru tiba, membawa barang-barang mereka di kamp Mrajeeb al-Fhood, Zarqa, Jordania/ANTARA FOTO.

KBR - Austria akan mencabut kebijakan darurat yang memungkinkan ribuan pengungsi dengan bebas melakukan perjalanan dari Hungaria ke Eropa Barat. Kanselir Austria, Werner Faymann menyebut, penghentian kebijakan darurat itu akan dilakukan bertahap.

Kebijakan melonggarkan aturan perbatasan memungkinkan ribuan orang meninggalkan Hungaria menuju Austria dan Jerman, selama akhir pekan. Jerman, negeri yang paling dituju para pengungsi, memperingatkan kesediannya menerima pengungsi juga terbatas.

Kemarin, sebuah konvoy mobil yang dikemudikan aktivis Austria dan Jerman berangkat ke perbatasan Hungaria menjemput para pengungsi dan membagikan makanan. (BBC)
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.