100 Ribu Orang Lebih Dukung Kampanye Independent Soal Pengungsi

Politisi, selebriti dan anggota masyarakat telah mendukung petisi change.org untuk David Cameron.

Jumat, 04 Sep 2015 10:34 WIB

Ilustasi-tanda tangan/ANTARA FOTO.

KBR- Lebih dari 100 ribu orang mendukung kampanye situs Online Inggris Independent, yang menyerukan Inggris bertindak menyelamatkan pengungsi yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.

Politisi, selebriti dan anggota masyarakat telah mendukung petisi change.org untuk David Cameron. Petisi muncul di tengah kemarahan publik, atas gambar bayi laki-laki yang berusia tiga tahun, tewas terdampar di pantai Turki.

Aylan Kurdi, bersama saudaranya Galip yang berusia lima tahun, beserta ibu dan ayahnya ikut menjadi pengungsi. Perahu kecil mereka terbalik dan tenggelam. Dua saudara itu dan ibunya tewas, sedang ayah Aylan selamat. Keluarga tersebut meninggalkan Suriah menuju Kanada.

Situs tersebut juga menjelaskan alasan mereka memposting foto Aylan yang telungkup di pantai Turki. Mereka beralasan, kehadiran foto itu untuk memberi gambaran dengan jelas seberapa putus asa situasi pengungsi yang tengah berlangsungt. (The Independent)


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.