Presiden Turki Tayyip Erdogan. ANTARA FOTO/REUTERS

KBR- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menduga ISIS berada di balik serangan bom di pesta pernikahan di ruang terbuka di Gaziantep, selatan Turki. Mengutip BBC, jumlah korban tewas meningkat menjadi 50 orang dan 100 lainnya luka-luka.

Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan media lokal, Erdogan menyebut tidak ada perbedaan antara ISIS, dengan militan Kurdi PKK dan pengikut ulama Fethullah Gulen di Amerika Serikat.

"Negara kita dan bangsa kita memiliki lagi hanya satu pesan kepada mereka yang menyerang kami. Anda tidak akan berhasil!" jelas Erdogan.

Sebuah ledakan bom di pesta pernikahan di ruang terbuka di Gaziantep, selatan Turki. Serangan terjadi di bagian kota yang menjadi tempat tinggal banyak mahasiswa, setelah keramaian pesta pernikahan meluap ke jalanan. Ledakan tersebut terdengar di beberapa bagian kota.

Turki bagian selatan mendapat berbagai serangan mematikan dalam setahun terakhir, terkait kekuatan militer separatis Kurdi atau kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS.

Seringkali serangan tersebut terkait perkembangan perang yang terjadi di Suriah. Seorang pelaku bom bunuh diri yang diyakini terkait ISIS membunuh dua polisi di Gaziantep pada bulan Mei. Di Suriah utara, atau selatan Gaziantep, ada pertempuran berat antara milisi jihad ISIS dan kekuatan Kurdi Suriah yang dikenal dengan YPG. (BBC)

Baca juga: Turki Tangkap WNI Penerima Beasiswa PASIAD, Kemenlu Siapkan Pengacara

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!