Jerman Tuding ISIS Gunakan Senjata Kimia

Untuk menyelidiki kebenaran dugaan tersebut, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan, beberapa pakar asal Amerika Serikat dan Irak tengah menuju lokasi kejadian.

Jumat, 14 Agus 2015 13:30 WIB

Bendera ISIS/ANTARAFOTO.

KBR - Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan kelompok milisi yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menggunakan senjata kimia dalam sebuah serangan terhadap pasukan Kurdi di bagian utara Irak. Aparat Jerman, yang membantu melatih pasukan Kurdi, mengatakan sedikitnya 60 serdadu Kurdi mengalami kesulitan pernapasan setelah serangan ISIS di dekat Kota Makhmour, sebelah barat daya Irbil.

Untuk menyelidiki kebenaran dugaan tersebut, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan, beberapa pakar asal Amerika Serikat dan Irak tengah menuju lokasi kejadian.

Sebagaimana dikutip surat kabar Wall Street Journal, beberapa pejabat AS mengatakan ISIS amat mungkin memperoleh zat kimia mustard dari Suriah. Meskipun pemerintah Suriah sebelumnya menegaskan semua persediaan senjata kimia telah dimusnahkan. (BBC)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.