KBR - Pengadilan militer Pakistan memvonis mati enam orang yang dianggap terlibat aksi penembakan di sekolah Peshawar. Peristiwa penembakan itu menewaskan 134 siswa. Ini adalah vonis pertama yang dijatuhkan pengadilan Pakistan atas insiden penembakan oleh Taliban Desember lalu.

Parlemen Pakistan awal tahun ini setuju ada pengadilan militer untuk para anggota militan. Pengadilan menyebut enam orang itu itu terbukti bersalah dan sudah mengaku aksi penembakan tersebut.

Sebelumnya, parlemen Pakistan bersikeras keenam orang itu harus diadili di pengadilan militer karena mahkamah sipil tidak berani berurusan dengan kelompok teroris. Pekan lalu Mahkamah Tinggi Pakistan memberikan pernyataan bahwa pengadilan militer yang tertutup legal dan boleh menjatuhkan hukuman mati bagi warga sipil. Keputusan ini dikritik karena dikhawatirkan membuat militer kian sewenang-wenang. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!