Pascakudeta, AS Minta Turki Tak Tuduh Sembarang

Tuduhan dari Ankara muncul dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavosoglu kemarin.

Minggu, 17 Jul 2016 16:41 WIB

Foto yang diunggah oleh pejabat kedutaan besar Turki di Washington, yang menggambarkan penangkapan prajurit-prajurit pemberontak. Foto: Antara

KBR- Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Turki memanas setelah Ankara menuduh Amerika Serikat ikut mendalangi upaya kudeta gagal di Turki. AS menilai tuduhan Turki berbahaya bagi hubungan bilateral.
 
Tuduhan dari Ankara muncul dari Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavosoglu kemarin. Tuduhan yang sama juga disampaikan Menteri Tenaga Kerja Turki, Suleyman Soylu. Tuduhan bahkan disampaikan secara terbuka.
 
Menanggapi itu, AS meminta Turki untuk menahan diri dan tidak membahayakan hubungan kedua negara. Presiden Barack Obama juga mendesak semua pihak yang menjadi bagian dari krisis untuk menghindari ketidakstabilan Turki.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun tak terima dengan tuduhan Turki. Kerry mengatakan tuduhan palsu dari Turki telah membahayakan persekutuan AS dan Turki di NATO.

Kerry mengatakan Amerika Serikat bersedia untuk membantu Turki untuk mengidentifikasi siapa-siapa saja yang terlibat dalam upaya kudeta, Namun dia menegaskan hanya akan bertindak jika ada bukti terhadap Gulen.

Upaya kudeta di Turki telah menewaskan 265 orang dan lebih dari 2 ribu orang lainnya terluka. Rezim Presiden Tayyip Erdogan telah merespons upaya kudeta itu dengan menindak dengan memenjarakan 2.745 hakim oposisi dan menangkap lebih dari 2.800 tentara yang dituduh bersimpati terhadap kudeta.

Turki Tutup Pangkalan Udara yang Digunakan AS

Otoritas Turki menutup, setidaknya untuk sementara, ruang udara menuju pangkalan udara Incirlik.

Pangkalan ini digunakan sebagai markas jet tempur Amerika Serikat untuk melawan ISIS di Irak dan Suriah. Akibatnya, semua misi serangan udara AS terhadap ISIS melalui Turki praktis terhenti.

Presiden Erdogan menuduh musuh politiknya, Fethullah Gulen yang berada di Amerika Serikat (AS) sebagai dalang dari kudeta gagal tersebut. Namun, Gulen membantah dan menuduh balik Erdogan sebagai perekayasa kudeta gagal tersebut.

Erdogan telah meminta Presiden Barack Obama untuk menangkap dan memulangkan Gulen ke Turki.  "Negara ini banyak menderita di tangan gerakan Gulen,” kata Erdogan.

(straitstimes dan berbagai sumber) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.