Ilmuwan Berhasil Modifikasi Tulang Rusak

Tulang yang ditumbuhkan tersebut nantinya ditujukan untuk memperbaiki struktur anatomi yang rusak dari seorang pasien.

Minggu, 03 Jul 2016 22:43 WIB

Ilustrasi: Sains.

KBR - Ilmuwan di Universitas Columbia berhasil menumbuhkan tulang menggunakan sel yang diambil dari tubuh pasien. Tulang yang ditumbuhkan tersebut nantinya ditujukan untuk memperbaiki struktur anatomi yang rusak dari seorang pasien.

Gordana Vunjak-Novakovic, penulis dan peneliti bioengineer senior dari Universitas Kolumbia berharap proyek ini bisa digunakan secara luas pada masa depan, guna memperbaiki hidup pasien khususnya yang memiliki kraniofasial atau kelainan pada tulang kepala dan wajah.

"Ini adalah sebuah kemajuan yang sangat luar biasa di dunia medikasi regeneratif, khususnya bagi pasien yang menderita craniofacial defects, dan kami berharap bisa melakuka uji klinis dalam beberapa tahun," kata Novakovic.

Hingga kini, penelitian ini masih diaplikasikan ke hewan uji coba, dalam hal ini adalah babi. Selama ini sebenarnya, sudah banyak metode yang digunakan ilmuwan maupun dokter dalam mengatasi permasalahan tulang pada pasien, baik mengambil tulang dari bagian lain, membuat struktur eskternal untuk menyangga bagian tertentu, hingga memasukkan titanium.

Namun, semua solusi itu belum sempurna. Titanium tidak memiliki sel sumsum tulang yang berguna untuk meregenerasi sel darah merah maupun sel imun.

Selain itu menggunakan donor tulang juga bukan solusi yang selalu berhasil, selalu ada risiko penolakan dari tubuh yang berlanjut ke infeksi, pun mengambil tulang dari bagian yang hilang, biasanya akan ada beberapa bagian yang tidak cocok mulai dari bentuk, atau masalah lainnya.

Dalam penelitian ini, ilmuwan memfokuskan diri untuk memperbaiki rahang bawah dari babi mini Yucatan, karena struktur rahangnya mirip dengan struktur rahang manusia.

Pertama, ilmuwan akan mengambil tulang paha dari seekor sapi dan menghilangkan semua selnya menggunakan deterjen dan sejumlah enzim. Selanjutnya, tulang itu akan dipotong dan dibentuk sesuai bentuk serta ukuran yang dibutuhkan.

Setelah semua proses di atas, ilmuwan menggunakan sel punca babi sebagai bibit dari tulang, sel tersebut diambil dari lemak. Tulang sapi yang sudah diberi bibit dari babi tersebut kemudian dimasukkan ke sebuah bioreaktor yang akan memberikan sel tersebut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel untuk hidup. Nantinya, tulang tersebut akan terisi dengan sel babi dan secara sempurna menjadi bakalan tulang babi.

Tiga minggu setelah semua proses dilakukan, tulang muda itu akan dimasukkan ke dalam struktur, dan sel dari tubuhlah yang akan mematangkan tulang tersebut.

Novakovic juga melaporkan, enam bulan setelah tulang tersebut diimplan, babi yang menjadi bahan eksperimen tersebut bisa menggunakan rahang bawahnya secara sempurna.

"Secara tidak terduga ternyata tulang dari laboratorium tersebut lama kelamaan akan diganti dengan tulang baru dari host, ini berarti tulang buatan ini merupakan sebuah bagian integral (berkesinambungan,-red) dari tulang yang asli," jelas Novakovic. (livescience)



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta