Penembak di Bioskop Colorado Dinyatakan Bersalah

Terdakwa James Holmes berusia 27 tahun itu dinyatakan bersalah atas beberapa tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan ketika pemutaran laga perdana film Batman.

Jumat, 17 Jul 2015 08:17 WIB

Terdakwa penembakan di bioskop Colorado, James Holmes. ANTARA FOTO

KBR - Terdakwa penembakan di bioskop Colorado pada 2012 silam divonis bersalah. Kejadian itu sebelumnya menewaskan 12 orang dan melukai 70 orang lainnya. 

Terdakwa James Holmes berusia 27 tahun itu dinyatakan bersalah atas beberapa tuduhan pembunuhan dan percobaan pembunuhan ketika pemutaran laga perdana film Batman.

Namun dalam pembelaannya, James mengaku tidak bersalah. Ia mengklaim mengidap schizophrenia dan penyakit itulah yang menyebabkan ia menembak. Meski begitu, jaksa tetap menjatuhkan hukuman mati bagi James. 

Selama persidangan, lebih dari 250 saksi hadir. Mereka mengatakan, James masuk ke bioskop ketika film sedang diputar. Di situ, para saksi melihat James memegang senapan dan pistol. (BBC)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.