Intelijen Korsel Tewas Di tengah Skandal Penyadapan

catatan yang ditinggalkan mendiang mengindikasikan penyadapan pada sejumlah telepon seluler hanya dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Korea Utara, alih-alih kubu oposisi.

Senin, 20 Jul 2015 11:19 WIB

KBR - Seorang anggota badan intelijen Korea Selatan (NIS) ditemukan tewas di dalam mobilnya yang berada di jalan sebuah pegunungan. Kepolisian Korsel menengarai pria tersebut bunuh diri.

Kematian sang pria kemudian dihubungkan dengan penyelidikan skandal penyadapan yang tengah berlangsung di Korsel. Sebab, di dalam mobilnya, polisi menemukan catatan berisi pengakuan bahwa mendiang telah menghapus informasi penting mengenai rangkaian penyadapan menjelang pemilihan presiden pada 2012 lalu.

Wartawan BBC di Korsel, Stephen Evans, mengatakan catatan yang ditinggalkan mendiang mengindikasikan penyadapan pada sejumlah telepon seluler hanya dilakukan terhadap orang-orang yang terkait dengan Korea Utara, alih-alih kubu oposisi. (BBC)
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

500 Kamisan, Korban Terus Tagih Janji Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

  • Haris Azhar: Novel Cerita Ada Petinggi Polisi Terlibat Penyerangan
  • Terdakwa Penodaan Agama di Medan, Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
  • Perppu Akses Informasi Keuangan Disahkan Menjadi Undang-undang

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.