Diadili Karena Pakai Rok Saat Ramadhan, Ratusan Pengacara Ikut Bela

Sidang atas kedua "perempuan rok" ini dikecam oleh sekelompok warga dan pegiat di Maroko, antara lain dengan menggelar unjuk rasa di ibukota Rabat.

Rabu, 08 Jul 2015 08:27 WIB

Ilustrasi Perempuan. Foto: Antara

KBR - Ratusan pengacara Maroko mendaftarkan diri untuk membela dua perempuan yang diadili karena menggunakan rok pada bulan Ramadan. Kedua perempuan yang berusia 23 dan 29 tahun itu diadili dengan dakwaan pidana "tampil tidak sopan" dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara.

"Lima ratus pengacara mendaftar untuk membela kedua perempuan namun karena ruang sidang yang terbatas, hanya 200 yang bisa hadir," kata Fouzia Assouli, pimpinan dari Kelompok Hak Perempuan Maroko, LDDF, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sidang atas kedua perempuan ini dikecam sekelompok warga dan pegiat di Maroko, antara lain dengan menggelar unjuk rasa di ibukota Rabat. Ribuan orang bahkan juga menandatangani petisi online untuk membela dua perempuan tersebut.

Vonis atas keduanya akan disampaikan pada 13 Juli mendatang. Salah seorang pengacara yang mendaftar, Sibai Bakar, melihat sidang atas kedua terdakwa perempuan sebagai peluang bagi negara untuk mengubah hukumnya sehingga sejalan dengan komitmen atas hak asasi, khususnya kebebasan individu. (BBC)

Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau