Akhir Tahun Ini, Keluarga di Tiongkok Boleh Punya Dua Anak

kebijakan satu anak yang diberlakukan di negara itu justru malah meningkatkan laju pertumbuhan penduduk dan tingkat aborsi ilegal.

Jumat, 24 Jul 2015 11:46 WIB

Bendera Tiongkok/ANTARAFOTO.

KBR - Tiongkok sedang mempertimbangkan kemungkinan mengubah kebijakan satu anak menjadi dua anak. Kebijakan ini kemungkinan akan mulai diberlakukan akhir tahun jika semua persiapan berjalan lancar.

Seperti diberitakan China Business News, kebijakan satu anak yang diberlakukan di negara itu justru malah meningkatkan laju pertumbuhan penduduk dan tingkat aborsi ilegal.

Kebijakan satu anak mulai diberlakukan pada 1980. Lu Jiehua, profesor studi kependudukan Universitas Peking, mengatakan perubahan kebijakan ini didorong oleh tumbuhnya oposisi publik terhadap hukum keluarga berencana.  (China Business News)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.