Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

KBR - Mulai 1 Desember 2016, warga Singapura dan Myanmar tidak perlu mengajukan visa untuk saling berkunjung ke negara itu dengan masa kunjungan 30 hari. 

Pengumuman bebas visa Singapura-Myanmar disampaikan dalam kunjungan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong ke Myanmar pada 7 Juni kemarin.

Perjanjian bebas visa itu ditandatangani Duta Besar Singapura untuk Myanmar, Robert Chua serta Menteri Luar Negeri Myanmar Kyaw Tin.

Jumlah kunjungan wisata warga Myanmar ke Singapura meningkat dalam lima tahun terakhir. Sejak 2011, kenaikan kunjungan wisata Myanmar ke Singapura mencapai 12 persen, atau rata-rata tiga persen per tahun. Pada tahun lalu, ada 105 ribu lebih warga Myanmar berwisata ke Singapura. Sementara pada tahun yang sama, sebanyak 45 ribu warga Singapura berwisata ke Myanmar.

Perdana Menteri Lee Hsien menjadi kepala negara pertama yang mengunjungi Myanmar setelah negara itu memiliki pemerintahan baru.

Dua bulan lalu, parlemen Myanmar melantik Htin Kyaw sebagai presiden baru serta Aung San Suu Kyi sebagai konsuler negara. Jabatan konsuler negara merupakan jabatan baru yang sengaja dibuat untuk memberi ruang gerak bagi Aung San Suu Kyi, tokoh prodemokrasi Myanmar yang tidak bisa menjadi presiden karena terganjal konstitusi warisan junta militer sebelumnya.

Pertemuan petinggi kedua negara itu juga untuk merayakan ulang tahun emas (50 tahun) hubungan diplomatik dua negara.

Selain itu dua negara juga membahas mengenai upaya meningkatkan kunjungan wisata dua negara termasuk dengan memperbanyak frekuensi penerbangan antarnegara.

Singapura dan Myanmar juga bekerjasama dalam membangun lembaga pelatihan vokasi atau keahlian. Institut Pelatihan Vokasi Singapura-Myanmar dibangun di Yangon, dan memiliki 800-an siswa per tahun. Lembaga vokasi yang beroperasi akhir tahun lalu itu memberikan pelatihan 10 keahlian, termasuk bidang pariwisata, mesin dan elektronika.

Masa pelatihan berlangsung enam bulan. Sebanyak 400 lulusan angkatan pertama pelatihan itu sudah diwisuda pada bulan lalu. Para lulusan terbaik mendapat tawaran bekerja magang di Singapura. (Straits Times/CNA/Nation) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!