Foto: Antara

Foto: Antara

KBR, Jakarta - Keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa memiliki sejumlah dampak bagi kawasan tersebut. Efeknya terasa dari segi kependudukan, kekuatan ekonomi, dan politik.

Pada aspek ekonomi, GDP Uni Eropa akan berkurang 17 persen. Uni Eropa saat ini menghasilkan 14,2 miliar Euro dan akan kehilangan 2,6 miliar dari kontribusi Inggris. Hal ini menyebabkan cakupan Uni Eropa di pasar global turun dari 22 persen ke 18 persen. Di sisi lain, baik Uni Eropa dan Inggris harus menyusun segudang kesepakatan baru dalam perdagangan.

Dari segi politik, para pemimpin Uni Eropa akan kehilangan peran Inggris. Mereka mungkin segera menggelar pertemuan mendadak Dewan Eropa di Brussels, Belgia. 

Di dalam negeri, Inggris harus memilih perdana menteri baru setelah PM David Cameron memutuskan mundur karena hasil referendum. Menyusul Brexit, Menteri Pertama Skotlandia menyatakan sangat mungkin negaranya melakukan referendum untuk keluar dari Britania Raya.

Dari segi populasi, penduduk Uni Eropa yang kini 508 juta akan kehilangan 65 juta penduduknya dari Inggris. Di samping itu, Uni Eropa, yang selama ini membolehkan warganya tinggal di negara mana pun, akan menghadapi masalah. Sebab, saat ini sudah banyak warga negara Uni Eropa yang tinggal di Inggris dan sebaliknya. Sejauh ini nasib mereka belum jelas dan perlu UU Inggris untuk mengaturnya.

Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa setelah menggelar referendum atau pemungutan suara nasional, Kamis (23/6/2016) waktu setempat. Sebanyak 51,9% warga memilih Leave (keluar) ketimbang 48,1% yang memilih Remain (tetap bergabung). 

Dorongan keluar dari Uni Eropa muncul karena sejumlah isu, salah satunya imigran yang terus datang ke benua biru. Kelompok pro-keluar menginginkan Inggris menjaga perbatasannya sendiri.   

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!