Variasi Waktu Berpuasa Umat Islam di Tiap Negara

Tergantung di mana Anda berada di dunia, waktu puasa dapat bervariasi dan terkadang memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Rabu, 17 Jun 2015 11:53 WIB

Ilustrasi pengamatan Hilal Ramadhan. Foto: Antara

KBR- Ramadhan adalah bulan suci, waktu untuk introspeksi dan pembaruan spiritual bagi banyak umat Islam di seluruh dunia. Tetapi beberapa negara menjalaninya lebih sulit daripada yang lain. Tergantung di mana Anda berada di dunia, waktu puasa dapat bervariasi dan terkadang memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Umat Islam di beberapa tempat seperti di Islandia, saat siang hari dijadwalkan berlangsung 22 jam pada tanggal 18 Juni, besok. Moment dimana umat Islam menghadapi dilema mencari tahu bagaimana untuk tetap sehat dan bergizi sambil menjalani iman mereka. Beberapa umat Islam pun memilih untuk berpuasa dari matahari terbit sampai terbenam di masing-masing negara mereka. Meski demikian, ulama Islam telah menawarkan sejumlah alternatif, seperti mengikuti waktu puasa di Mekkah.

HuffPost Religion melakukan penghitungan waktu antara salat Subuh dan Maghrib untuk mengetahui berapa lama waktu puasa yang dijalani umat Islam di seluruh dunia. Sementara, Website IslamCity dapat membantu Umat Islam mengetahui waktu salat di lingkungannya sendiri. (Huffingtonpost)


Editor: Rony Sitanggang

Sumber Foto: Huffingtonpost

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik