Ramadhan Tent di London (Foto: BBC)

Ramadhan Tent di London (Foto: BBC)

Sekelompok sukarelawan Muslim di London mengajak tuna wisma dan beragam komunitas untuk buka puasa bersama sepanjang bulan Ramadhan.

Tenda Ramadhan ini mulai dipasang jelang waktu berbuka puasa dan menghidangkan makanan di sana. Pengelola Tenda sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni dari School of Oriental and African Studies (SOAS) University of London di pusat kota London.

Gagasan Tenda Ramadhan ini datang dari Omar Salha, alumni SOAS yang juga aktivis kegiatan sukarelawan Muslim di Inggris.

Tenda Ramadhan ini dimulai sejak tahun 2011. Awalnya hanya untuk mahasiswa SOAS, yang diajak untuk berbagi makanan kepada tunawisma di sebuah taman terbuka di Holborn. Dari situlah ide Omar mulai mengerucut dan ia mengkampanyekan Tenda Ramadhan ini sepanjang bulan puasa. Ia mendapat dukungan dari sejumlah individu dan berbagai restoran.

Menurut Omar, ini adalah upaya dia untuk menghilangkan gambaran negatif soal Islam. Ia juga ingin menjadikan ajang berbuka puasa bersama ini sebagai cara umat Muslim berkontribusi secara positif di London.

“Kami ingin kampanye Ramadhan ini menggugat miskonsepsi orang terhadap Islam. Tapi ini juga sekaligus menghubungkan semua komunitas pada level yang humanis,” jelas Omar. Bagi Omar, semangat Ramadhan diwujudkan dengan cara berbagi dengan tunawisma di London.

Tenda Ramadhan yang digagas Omar ini juga bekerjasama dengan lembaga lain seperti St Mungo’s yang sering membantu kelompok tunawisma.

“Beberapa anggota dari St Mungo’s melihat iklan kami dan datang bergabung ke sini,” kata Omar. “Semula mereka mengaku enggan datang, tapi kemudian mereka senang bisa bergabung ke sini.”

Semangat Ramadhan ini juga ditularkan ke kelompok non-Muslim.

“Saya sudah tahu kalau makan kurma itu penting,” kata Alyna Rogow yang tinggal di Amerika Serikat. “Tapi sekarang saya belajar lebih banyak tentang istilah-istilah Ramadhan. Saya suka sekali dengan suasana di sini. Saya sudah berbincang dengan sejumlah orang untuk ikut jadi sukarelawan dan menyumbang.”

Omar Salha berharap kampanye ini akan terus berkembang dan menjadi catatan penting di kota London.

“Kami berencana ingin menggelar buka puasa di Trafalgar Square dengan orang banyak dari aneka latar belakang. Ini akan menjadi catatan penting bagi keberagaman di London.” (BBC)

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!