Singapura Sepakati Perjanjian Keamanan Pangan dengan PBB

Perjanjian itu nantinya akan diikuti upaya peningkatan ketahanan pangan dan gizi di Asia Tenggara, dengan fokus pada keamanan pangan dan perikanan.

Selasa, 09 Jun 2015 10:58 WIB

Ilustrasi FAO. Foto: Antara

KBR - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Singapura pertama kalinya menandatangani tonggak kesepakatan untuk mengatasi keamanan pangan. Penandatanganan itu nantinya akan diikuti upaya peningkatan ketahanan pangan dan gizi di Asia Tenggara, dengan fokus pada keamanan pangan dan perikanan.

Dikutip dari pernyataan resmi FAO, kolaborasi keduanya diyakini akan berpengaruh pada keamanan dan kesehatan makanan termasuk jajanan jalanan. Kesepakatan itu juga sekaligus mengatur upaya memerangi pencurian ikan.

Perjanjian ini, dalam pernyataan resmi disebutkan adalah kesepakatan pertama bagi kedua belah pihak sejak Singapura bergabung dengan FAO pada 2013 lalu. Disebutkan pula bahwa rencananya, akan ada pertukaran pengetahuan, konsultasi teknis dan bentuk kerjasama lainnya, termasuk penyebaran ahli di seluruh wilayah, serta pelatihan, studi banding, seminar dan lokakarya bersama.

Selain bertukar informasi dan menggunakan tenaga profesional di lapangan, FAO dan Singapura juga akan bekerja sama mengembangkan kebijakan pangan, menciptakan program penelitian pertanian dan materi pelatihan, serta menyebarluaskan teknologi baru.

"Kami berharap dapat memperkuat kerjasama dengan FAO terkait keamanan pangan, serta meningkatkan keamanan pangan di daerah-daerah tertentu, dan membahas soal kesehatan hewan juga tanaman," kata Menteri Negara Pembangunan Nasional Maliki Osman. (CNA)


Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.