Korsel Nyatakan 'Perang' Terhadap MERS

Pasalnya, Korsel baru saja melaporkan kematian keempat akibat virus tersebut, di mana seorang dokter telah terinveksi.

Jumat, 05 Jun 2015 10:32 WIB

KJRI Guangzhou keluarkan imbauan terkait MERS. ANTARA FOTO

KBR - Pemerintah Korea Selatan menyatakan 'perang' terhadap Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS). Pasalnya, Korsel baru saja melaporkan kematian keempat akibat virus tersebut, di mana seorang dokter telah terinveksi.

Lima kasus baru yang muncul semalam menambah jumlah orang yang terkena MERS menjadi 41. Angka itu adalah yang terbesar sejak merebaknya MERS di Arab Saudi. Di mana dua ribu orang telah dikarantina atau berada di bawah pengawasan.

Salah satu korban terakhir, adalah laki-laki berusia 76 tahun yang meninggal Selasa lalu setelah dinyatakan positif MERS pada 21 Mei lalu.

Kementerian menyatakan, siapa pun yang mengunjungi rumah sakit di Pyeongtaek, antara 15 hingga 29 Mei harus melapor ke klinik untuk skrining. Pemerintah setempat awalnya menolak menyebutkan nama-nama rumah sakit yang menangani kasus MERS, dengan alasan, hal itu bisa menyebabkan kerugian komersil.  (CNA)



Editor: Quinawaty Pasaribu
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing