Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Ted Cruz. (Foto: Gage Skidmore/Flickr/Creative Commons)

KBR - Kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Ted Cruz menyerah. Ia tak mampu mengimbangi perebutan suara delegasi dukungan dari perolehan pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump.

Sempat menang telak di pemilihan pendahuluan di Wisconsin pada 5 April lalu, Ted Cruz keok di tujuh pemilihan secara berturut-turut, mulai dari New York, Connecticut, Delaware, Maryland, Pennsylvania, Rhode Island hingga terakhir di Indiana pada 3 Mei kemarin.

Rafael Edward "Ted" Cruz hingga kini hanya memperoleh 565 dukungan delegasi, sementara Donald Trump unggul hampir setengahnya dengan perolehan 1,041 dukungan delegasi. Untuk lolos menjadi calon presiden dari Partai Republik, butuh dukungan 1,237 suara.

"Dari awal saya mengatakan saya akan berjuang sepanjang ada jalur kemenangan. Malam ini, saya minta maaf harus mengatakan, nampaknya jalur kemenangan itu sudah tertutup," kata senator Amerika Serikat kepada para pendukungnya di Indiana Polis, usai kekalahan di Indiana.

Pernyataan itu membuat pengusaha Donald Trump bakal melenggang menjadi calon presiden dari Partai Republik.

Sebelumnya, pada kemenangan di Wisconsin awal April lalu, Ted Cruz sempat mengungkapkan optimismenya.

"Malam ini adalah titik balik bagi kita," kata Ted Cruz saat itu usai merayakan kemenangan di Wisconsin.

Optimisme itu hanya berumur sebulan. Ia kini merasa sulit mengejar ketertinggalan perolehan dukungan, dengan hanya menyisakan sembilan pemilihan pendahuluan dengan memperebutkan 526 suara dukungan tersisa.

"Dengan hati berat, tapi tetap dengan optimisme tak terbatas untuk masa depan, kami menghentikan kampanye ini," kata Ted.

Padahl, 10 hari sebelum pemilihan di Indiana, Ted Cruz dan kandidat lain John Richard Kasich sudah menjalin kesepakatan: Kasich tidak akan ikut di pemilihan pendahuluan di Indiana, untuk memberi kesempatan Ted Cruz berhadap-hadapan dengan Trump. Sementara Cruz akan merelakan Oregon dan New Mexico untuk Kasich.

Dengan begitu, Cruz bisa konsentrasi mendapatkan suara dari pemilih Kasich. Namun, rencana itu tidak membuahkan hasil. Aliansi itu justru merugikan Ted Cruz. Dari 57 suara yang diperebutkan di Indiana, Trump sudah memperoleh 45 suara---dari penghitungan yang mencapai 69 persen.

Analis dari Partai Republik Indiana, Jennifer Hallowel mengatakan, "Pemilih Kasich justru beralih ke Trump pasca pengumuman itu."

Ted Cruz terlihat begitu marah dan frustasi saat memberikan keterangan usai kekalahan di Indiana.

"Kita sudah berusaha lakukan apa yang kita bisa, tapi pemilih nampaknya memilih jalur lain," kata Ted Cruz malam tadi. Meski menyerah, Cruz tetap menyerang Donald Trump sebagai sosok yang sudah membawa bibit penyakit bohong dan narsis atau hanya menyukai diri sendiri. (AFP/CNN/Google)
 
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!