Ribuan Difabel Inggris Alami Pelecehan Seksual

Terdapat 4.784 laporan pelecehan seksual di kalangan orang dewasa difabel selama dua tahun terakhir.

Selasa, 19 Mei 2015 10:03 WIB

Simbol difabel. Foto: Antara

KBR - Ribuan penyandang difabel dewasa di Inggris telah mengalami pelecehan seksual dan ada pula yang dilacurkan. Itulah data yang diungkap BBC baru-baru ini. Terdapat 4.784 laporan pelecehan seksual di kalangan orang dewasa difabel selama dua tahun terakhir. Informasi yang diperoleh dari 106 wilayah dalam rentang tahun 2013 hingga 2015 menunjukkan 63% dari kasus yang dilaporkan terjadi pada mereka dengan gangguan mental dan 37% pada mereka dengan keterbatasan fisik. Sayangnya tidak terdapat data sebelumnya sebagai perbandingan.

Lembaga nasional pencegahan kekerasan terhadap anak-anak, NSPCC, mengatakan kasus-kasus itu hanya sebagian dari masalah yang jauh lebih besar. Asosiasi pemerintah setempat mengatakan bahwa dewan kota bekerja keras untuk memberikan bantuan.

Jon Brown, kepala program kekerasan seksual di lembaga anak-anak NSPCC mengatakan, "kami tahu dalam kasus pelecehan seksual banyak korban merasa sulit untuk berbicara." Hal ini mengindikasikan bahwa angka sebenarnya bisa jadi lebih tinggi lagi. Sementara, informasi yang diperoleh hanya mencakup kasus yang melibatkan orang dewasa. Brown menambahkan, melalui riset pihaknya tahu anak-anak difabel tiga atau empat kali mungkin lebih banyak mengalami pelecehan dan terlantar dibandingan anak-anak non-difabel. "Mereka yang melecehkan dapat melihat titik lemah. Dan biasanya cerita anak-anak juga jarang dipercaya oleh orang yang lebih tua," pungkasnya. (BBC)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.